Liputan Khusus Hitam Putih Agen Asuransi
Agen Asuransi Itu Pekerja Keras
Perusahaan asuransi mengharamkan para agen melakukan segala cara untuk menarik nasabah.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perusahaan asuransi mengharamkan para agen melakukan segala cara untuk menarik nasabah.
Perusahaan akan memberi sanksi tegas jika pegawainya bertindak melanggar etika seperti 'bermain api' dengan para nasabah.
"Selama tiga tahun bekerja di asuransi, semua lancar-lancar saja. Apa yang kami sampaikan kepada calon nasabah adalah produk asuransi yang memang dibutuhkan, bukan hal-hal lain," kata seorang agen asuransi yang minta namanya dirahasikan.
Pria asal Palu ini mengaku, dari hasil kerja kerasnya, dia bisa mendapatkan bonus dari perusahaan asuransi, dan bahkan mendapat kesempatan jalan-jalan ke luar negeri.
"Bisa saja ada yang begitu (bermain api dengan nasabah), tapi sebenarnya kalau kita kerja keras, hasilnya pasti memuaskan," katanya.
Seorang wanita yang juga lama berkecimpung di bidang asuransi pun mengaku, ajakan calon nasabah genit untuk datang ke hotel memang ada. Namun dia berani menolak dengan tegas ajakan itu. "Semua tergantung kita, kalau kita berani menolak, pasti tidak ada masalah," katanya.
Seorang manager asuransi di Manado menjelaskan bahwa di perusahaannya, para agen itu diberi training bagaimana caranya menawarkan produk kepada calon nasabah. Dengan begitu akan membuat masyarakat jadi tertarik untuk berinvestasi.
"Setiap minggu kami ada training untuk agen, baik yang lama dan baru dalam memasarkan produk," ujarnya.
Dengan demikian nantinya para marketing menjadi lebih semangat untuk mencari nasabah.
Namun demikian, tidak semua nasabah ketika ditawari menjadi tertarik.
Mungkin satu minggu atau satu bulan kemudian memerlukannya. Untuk itu ketika bertemu nasabah harus meninggalkan kartu nama. Dengan tujuan ketika mereka membutuhkan langsung menelepon.
Agar marketing semakin produktif maka perusahaan akan memberikan reward jika tercapai targetnya berupa bonus uang dan smartphone. Selain itu untuk menjaga kekompakan juga dilakukan melakukan gathering setiap tiga bulan sekali.
Sedangkan bagi agen yang kurang produktif, tidak capai target, ada pelatihan khusus yang disiapkan agar mereka dapat bangkit kembali.
Untuk para agen juga ada aturan yang harus diingat di antaranya tidak boleh menerima uang dari nasabah, tidak boleh menjelaskan kepada nasabah di luar ketentuan, jangan memberikan banyak janji, serta memberikan informasi di luar ketentuan. Selain itu harus menjaga sopan santun kepada nasabah.
Jika ada nasabah yang mengajak ketemuan yang mengarah kepada ketentuan tidak menyenangkan, seperti mengajak ke hotel, harus dilakukan penolakan secara halus. Hal ini dilakukan agar nasabah tersebut tidak tersinggung.
"Memang ada satu, dua nasabah yang bersikap seperti itu, tapi kita bisa menolaknya dengan halus, sehingga tidak tersinggung," katanya.
Sedangkan jika ada agen yang terbukti melakukan tindakan tercela tersebut bisa dikenakan sanksi berupa pemecatan.