BPR di Sulut Harus Siap Hadapi MEA 2015
BPR di Sulut harus siap saat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah resmi dibuka, sebab nantinya persaingan di dunia perbankan.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sulut harus siap saat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah resmi dibuka, sebab nantinya persaingan di dunia perbankan akan semakin terbuka.
"Untuk itu sedini mungkin harus dipersiapkan, seperti manajemen dan operasional harrus lebih profesional, agar ketika dibuka nanti dapat bersaing, sebab kalau tidak nantinya bisa tergerus," ujar Deputi Perwakilan Bank Indonesia Sulut Dudung Setyadi.
Pemberlakuan pasar bebas Asean nantinya akan mulai diberlakukan pada akhir tahun. Dengan demikian persaingan antar bank akan semakin ketat. Oleh karena itu dunia perbankan di Sulut harus mempersiapkan diri, terutama BPR.
Untuk itu inovasi harus terus dilakukan dalam berbagai hal, seperti produk yang ditawarkan maupun pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan jasa perbankan.
Tapi dengan berbagai kelebihan yang di miliki BPR saat ini, dia yakin nantinya mampu bersaing dengan perbankan, sebab memiliki segmen yang khusus dibandingkan dengan bank umum.
Terpisaha, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara Purnama Jaya mengatakan dengan adanya pasar bebas Asean nantinya harus disikapi dengan baik oleh dunia perbankan. "Memang ada pihak-pihak yang cemas dengan adanya pasar bebas, sebab pasar yang selama ini hanya dikuasai domestik, bisa diraih dari negara lain," ungkapnya.
Namun demikian seharusnya hal tersebut tidak terlalu penting jika, di Sulut memiliki daya saing yang tinggi, sehingga kehadiran MEA mendatang justru menjadi peluang yang besar untuk lebih berkembang, karena pasar telah terbuka lebar