Renungan Minggu
Keselamatan Hadiah Dari Allah untuk Umat Manusia
Situasi dan keadaan inilah yang melatarbelangi pemberitaan Zakharia ketika menyampaikan Firman Tuhan.
Penulis: | Editor:
Oleh: Pendeta Grace Tatelepta Sth.
Zakharia 8:1-19, Lukas 1:26-38
DALAM kitab Zakharia menjelaskan bahwa bangsa Israel berada di dalam penderitaan, mereka menderita karena Allah menjauhkan diri dari mereka, mereka menjadi putus asa, dan Yeruselem menjadi sunyi sepi. Situasi dan keadaan inilah yang melatarbelangi pemberitaan Zakharia ketika menyampaikan Firman Tuhan pada pasal delapan yang menjadi bacaan kita saat ini. Menurut Zakharia, Tuhan sendiri bertindak dengan menyatakan bahwa Tuhan tidak mau membiarkan umatNya. Tuhan mau menyemangati umat untuk berpengharapan. Tuhan sendiri hadir di Yerusalem dan memberi makna baru pada kota itu dengan sebutan Kota Setia, Gunung Kudus. Karena itu harus memberi perhatian penuh pada pembangunan kembali Yerusalem terutama bait sucinya. Inisiatif Tuhan yang menjanjikan ini, pasti didambakan oleh umat yang sedang menderita. Janji-janjiNya sungguh menguatkan hati umat, dan terutama pengharapan akan damai sejahtera menjadi dambaan umat ketika umat baru kembali dari pembuangan, dan mendapatkan Yerusalem yang sudah porak-poranda. Ada syarat yang harus dilakukan oleh umat Israel ketika menerima janji-janji dari Allah.
Jawaban atas respon kasih Allah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan beriman umat Allah. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, tetapi pemberian Allah. Sebagaimana Yesus yang hadir di dunia bukanlah kehendak manusia tapi kehendak Allah. Dia hadir untuk menyelamatkan manusia sebagai hadiah dari Allah bagi kita yang berdosa. Semua ini murni inisiatif dan kerja kuasa Allah.
Dengan memahami semua ini, maka perjuanagan kita sekarang bukan lagi perjuangan untuk mencari atau meraih keselamatan. Perjuangan kita sekarang adalah menjalani kehidupan sebagaimana layaknya orang yang telah beroleh keselamatan.
Sebagaimana Firman Tuhan di masa Zakharia dan Lukas, telah menjadi suatu kenyataan pada waktunya yang ditentukan Allah sendiri. Pemberitaan Zakharia bagi kita kini adalah bahwa Allah yang dulu berjanji kepada Israel adalah Allah yang kini berfirman kepada kita bahwa ia akan menyelamatkan kita. Ia akan menuntun kita. Sebab Yesus datang tepat waktu yang telah ditetapkan, tidak terlambat sesuai waktu yang ditentukan Allah.
Lewat Firman saat ini, kita diingatkan supaya kita mengupayakan apa yang dapat diupayakan yaitu berbuat sesuai apa yang Tuhan kehendaki, dan kitapun diajak untuk bagaimana kita mampu berkata benar dan jujur dihadapan Allah. Tidak merancang kejahatan dalam hidup kita. Tidak mencintai sumpah palsu. (tribunmanado/fionalois watania)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.