Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pesawat AirAsia Hilang Kontak

Akhirnya Badan Pesawat Ditemukan, Tim Rusia Fokus Cari Black Box

Badan SAR Nasional menemukan dua objek besar bagian Pesawat AirAsia QZ8501.

Tayang:
Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Badan SAR Nasional menemukan dua objek besar bagian Pesawat AirAsia QZ8501.

Selain temuan badan pesawat, Basarnas juga telah menemukan genangan minyak yang diduga merupakan bahan bakar dari pesawat yang hilang kontak sejak Minggu (28/12) akhir tahun lalu. Dua obyek tersebut, berada pada posisi yang saling berdekatan.

"Dengan genangan minyak dan bagian besar dari pesawat ini saya pastikan bagian dari pesawat AirAsia yang kita cari selama ini. Posisi keduanya (dua obyek pesawat) berdekatan satu dengan yang lain," ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, F Henry Bambang Soelistyo, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Sabtu (3/1) kemarin.

Soelistyo menjelaskan, dua obyek tersebut terdiri dari obyek tiga dimensi berukuran 9,2 x 4,6 x 0,5 meter dan obyek dua dimensi berukuran 7,2 x05 meter. Obyek tersebut ditemukan Jumat malam, sekitar pukul 23.40 WIB.

Namun Soelistyo tidak menyebutkan lokasi ataupun titik koordinat ditemukannya dua obyek tersebut. Dalam melakukan pencarian, Basarnas menurunkan alat dari kapal Geo Survey bernama Remotely Operated Vihacle (ROV).

Alat tersebut akan digunakan untuk memotret dua objek tersebut."Kegiatan saat ini, kami akan menurunkan ROV ke bawah permukaan laut untuk mendapatkan picture," kata Soelistyo.

Basarnas, juga akan menerjunkan para penyelam ke lokasi ditemukannya dua obyek tersebut untuk kemudian melakukan evakuasi jika ditemukan jenazah maupun benda lainnya. "Kita akan turunkan penyelam, karena lokasi penemuan obyek tersebut ada di bawah kedalaman 30 meter," kata Soelistyo.

Sementara itu, Kapal Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendeteksi keberadaan benda di dasar Selat Karimata. Belum diketahui benda apa yang dimaksud, namun diduga itu merupakan bagian dari pesawat AirAsia QZ8501.

"Kami belum tahu apakah itu ekor, apakah kerangka dan sebagainya kami belum bisa pastikan. Itu hasil screening dari sonar detektor yang ada di kapal BPPT," kata Direktur Operasional Badan SAR Nasional, SB Supriyadi di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Penemuan itu berlangsung Kamis (2/1) kemarin, saat Baruna Jaya melakukan pencarian di lokasi sekitar jatuhnya AirAsia QZ8501. Menurut Supriyadi, Baruna Jaya membawa alat sonar yang memungkinkan mendeteksi benda di dasar laut. "Kapalnya navigasi dari udara itu sudah mendapatkan siluet-seluet dari gambar di bawah air," katanya.

Setidaknya, ada dua atau tiga titik yang dicurigai Baruna Jaya terdapat pecahan tubuh pesawat AirAsia. Namun, apakah memang benar di titik yang dicurigai itu terdapat pesawat AirAsia atau tidak, hal itu masih perlu dibuktikan.

"Mereka akan membuktikan melalui robot selam di bawah laut, muda-mudahan dengan kamera selam itu bisa diambil kebenarannya," ujarnya.

Sementara itu, Tim Rusia telah berkoordinasi dengan Basarnas untuk membantu pencarian pesawat AirAsia QZ8501.

Chief Military Expert atau Kementerian Situasi Darurat Rusia dan Ketua Tim SAR Rusia Eduard N Chizhov mengatakan tujuan kedatangan Rusia untuk membantu pencarian Black Box.

"Tujuan utama kami adalah untuk menemukan black box, kemudian untuk mengeluarkan itu dari laut," kata Eduard di Kantor Basarnas, Sabtu (3/1/) kemarin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved