Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

'Tikus Jantan Kuak Mengapa Pria Suka Perempuan Memakai Lingerie'

Para peneliti menemukan, tikus jantan, lebih memilih kawin dengan betina berjaket dibandingkan yang 'telanjang'.

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, MONTREAL - Perempuan yang memakai lingerie bisa membuat pria bergairah. Hal yang sama terjadi pada tikus jantan terhadap tikus betina yang memakai jaket. Penelitian membuktikanya!

"Tikus jantan dapat belajar, setiap kali pasanganku memakai lingerie (dalam hal ini jaket), aku akan berhubungan seks." Demikian Gonzalo R Quintana Zunino, psikolog yang bekerja di laboratorium Jim Pfaus di Concordia University, Montreal.

Dalam sebuah penelitian yang tak biasa, para peneliti membiarkan tikus-tikus jantan yang masih perjaka untuk bercinta dengan tikus-tikus betina yang memakai jaket khusus. Kemudian, tikus-tikus jantan tersebut diberikan kesempatan untuk kawin lagi dengan tikus-tikus betina yang tak memakai jaket.

Ternyata, hewan tersebut lebih memilih tikus yang mengenakan jaket dibandingkan dengan yang telanjang. Temuan ini menunjukkan tikus jantan dapat belajar mengasosiasikan nuansa pakaian dengan seks.

Dalam studi sebelumnya, Zunino, Pfaus, dan rekan-rekannya melatih tikus-tikus untuk mengasosiasikan bau tertentu (almond) dengan berhubungan seks. Dan, tikus jantan biasanya memilih kawin dengan betina yang beraoma almond itu.

Kali ini, para peneliti ingin mengetahui apakah tikus bisa belajar untuk mengasosiasikan seks dengan isyarat kontekstual lain seperti tekstur. Dalam percobaan, selusin tikus jantan perjaka diizinkan untuk dikawinkan tikus betina berjaket. Kemudian, sang jantan ditempatkan di sebuah ruangan dengan dua tikus betina, satu mengenakan jaket dan satu lagi tidak.

Secara umum, kata Zunino, ketika tikus tertarik secara seksual, pejantan akan mendekati sang betina dari arah belakang dan merangkulnya dari kedua sisi yang menggairahkan. Jika tikus betina mengenakan jaket, maka sang jantan merasakanya melalui kumisnya.

Para peneliti menemukan, tikus jantan, lebih memilih kawin dengan betina berjaket dibandingkan yang 'telanjang'. Selain itu, pejantan lebih cepat ejakulasi bila kawin dengan tikus betina berjaket.

Dalam percobaan kedua, para peneliti tikus jantan perjaka dipertemukan dengan betina berjaket yang sudah kawin, kemudian dipertemukan lagi dengan tikus betina yang belum kawin. Kemudian para peneliti menempatkan mereka dalam ruangan yang sama.

Sekali lagi, sang jantan lebih suka kawin dengan berina berjaket. Sang jantan pun lebih cepat ejakulasi bila berhubungan dengan tikus betina yang berjaket.

Zunino dan rekan-rekannya juga ingin tahu bagaimana aktivitas otak pejantan setelah bercinta dengan betina berjaket. Tepat setelah kawin, para peneliti kemudian menyuntikkan pewarna ke otak si jantan untuk mengetahui aktivitas gen c-fos. Gen ini merupakan pengukur aktivitas saraf. Para peneliti melihat aktiitas c-fos di pusat-pusat kesenangan tikus, termasuk daerah yang disebut tegmental ventral dan nucleus accumbens.

Hasil awal menunjukkan, tikus jantan yang dikawinkan dengan betina berjaket menunjukkan aktivitas c-fos lebih banyak dibandingkan dengan tikus-tikus jantan yang bercinta dengan tikus betrina tak memakai jaket.

Secara keseluruhan, para peneliti mengungkapkan, tikus percobaan dapat belajar untuk mengasosiasikan seks dengan berbagai isyarat kontekstual, termasuk tekstur pakaian. Sementara pada manusia, kata Zunino, lingerie mungkin memiliki efek yang sama pada pria.

Penemuan ini dipresentasikan tanggal 17 November pada pertemuan tahunan ke-44 dari Society for Neuroscience di Washington DC. (livescience.com)

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved