Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hujan Badai di Manado

"Jeritan Korban Terngiang Terus", Mohammad Ma'ruf Dimakamkan

Cuaca buruk menggelayuti Kota Manado dan sekitarnya. Dua hari terakhir, Sabtu (6/12/2014) dan Minggu (7/12/2014).

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cuaca buruk menggelayuti Kota Manado dan sekitarnya. Dua hari terakhir, Sabtu (6/12/2014) dan Minggu (7/12/2014), hujan deras disertai angin kencang menerjang kota berpenduduk sekitar 420 ribu jiwa ini.

Sabtu pagi, menjadi hari paling memilukan. Pohon raksasa yang berdiri kokoh di Jalan Sam Ratulangi, tak jauh dari simpang tiga lampu merah M-Icon Manado, tak kuasa menahan terjangan angin kencang.

Pohon yang berdiri kokoh puluhan tahun di kawasan Tanjung Batu Lingkungan 4 Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea, Manado itu roboh menimpa angkutan kota trayek Winangun-Pasar 45 yang tengah melintas. Angkot yang dikemudikan Jemi Maramis (58) itu tergencet hingga penyok parah.

Sang sopir lolos dari maut. Sementara malang bagi Mohammad Ma'ruf, satu-satunya penumpang di angkot itu, tergencet di dalam mobil hingga 15 menit dan akhirnya tewas.

Kemarin, Ma'ruf dimakamkan di kampung halaman orangtuanya di Tuminting. Korban meninggalkan dua orang anak.

Berdasar pantauan Tribun Manado di lokasi kejadian, Minggu (7/12/2014), potongan pohon raksasa diletakkan di trotoar pinggir Jalan Sam Ratulangi, tak jauh dari lokasi tumbuhnya pohon itu.

Selain angkot, satu mobil pikap juga tertimpa, namun sopir dan penumpangnya selamat. Satu bangunan berupa kios pengisian pulsa handphone juga terkena sambaran pohon yang roboh itu.

Hingga kemarin, kios itu belum diperbaiki. Seng-seng masih bergelantungan, juga beberapa bagian mengalami kerusakan.

Satu di antara warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, Syarif Woderingan (40) mengatakan bahwa pohon itu sudah berdiri puluhan tahun.

"Saya tinggal di sini sudah 11 tahun. Sejak dulu pohonnya sudah berdiri gagah dan rindang," ungkapnya.

Dia pun menceritakan saat pohon itu roboh, ia sedang menyantap makanan di depan rumahnya. Tiba-tiba pohon itu roboh dan menimpa kendaraan yang melintas.

"Kita pas ada di depan, ba ujang badai. Saat melihat pohon itu roboh, saya berhenti makan. Saya keluar rumah dan mendengar teriakan minta tolong dari dalam mikrolet. Korban (Mohammad Ma'ruf) sempat menjerit minta tolong, lalu terdiam," kenang Syarif.

Malamnya, Syarif tidak bisa tidur karena mengingat kejadian itu. Di dalam benaknya, ingin langsung menolong korban yang terjepit, namun apa daya karena pohon terlalu besar dan korban tergencet atap mikrolet dan kursi.

Warga pun berbondong-bondong datang untuk memberikan pertolongan. Evakuasi korban membutuhkan waktu panjang karena tergencet pohon, atap angkot dan kursi.

Kursi angkot dibongkar lalu korban diangkat. Lehernya terlihat dalam keadaan patah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved