Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bantuan Banjir Rp 3,6 Juta Hanya Cukup Bikin Pondasi

Di antara sejumlah rumah di Jalan Kelapa Gading di Kelurahan Paal IV, Kecamatan Tikala, ada satu rumah yang tampak beda

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Di antara sejumlah rumah di Jalan Kelapa Gading di Kelurahan Paal IV, Kecamatan Tikala, ada satu rumah yang tampak beda. Hanya rumah itu ya.ng pada dasarnya adalah tenda.

Memang tempat itu sudah menjadi rumah bagi pasangan suami istri, Warsito Bakari dan Mike Nay. Pasangan yang sudah berusia uzur itu sudah menempatinya setelah banjir bandang Januari silam.

Meskipun sudah usang dan kadang-kadang air menetes saat hujan, tenda bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu masih kokoh berdiri dan tetap menjadi tempat perlindungan yang hangat bagi Opa Warsito dan Oma Mike. Saat menjadi tempat ibadah jemaat gereja, terpal tambahan akan dipasang hingga memakan sebagian jalan.

Rumah asli Warsito dan Mike hanyut terbawa air, termasuk isi rumah. "Yang tersisa hanya WC. Sampai sekarang belum ada uang untuk membangun kembali rumah. Terpaksa tinggal di bawah tenda," kata Mike kepada Tribun Manado, Senin (24/11).

Bantuan pemerintah sebesar Rp 3,6 juta yang diterima beberapa bulan yang lalu sudah habis untuk membuat pondasi rumah. "Sebelum tinggal di sini, kami menumpang di rumah orang. Karena memakai listrik, jadi kami memberikan uang Rp 500 ribu untuk tuan rumah. Sisanya untuk bahan kerikil, pasir, dan semen untuk membuat pondasi. Tapi bantuan tersebut sudah cukup meringankan beban kami," ujar Mike yang diiyakan oleh Warsito.

Bersyukur, mereka mendapatkan beberapa lembar seng dan kayu dari tetangga untuk dibuatkan kamar tidur darurat. Sedangkan tenda yang berada di depan, terpisah dengan kamar, adalah dapur sekaligus tempat makan. Dalam tenda tersebut terdapat alat-alat memasak dan beberapa barang lainnya seperti rak piring, meja makan, kursi yang sebagian besar merupakan sumbangan dari pihak pemerintah dan swasta. "Untunglah dapat bantuan, termasuk pakaian. Tempat tidur itu sumbangan saudara," tutur Mike menunjuk tempat tidur yang sebenarnya hanya untuk satu orang tapi dipakai mereka berdua.

Dengan usia yang sudah tua, Warsito dan Mike memang hanya mengandalkan bantuan. Untunglah anak-anak yang sudah bekerja masih rajin mengirim uang, walau hanya pas-pasan untuk hidup. Namun, untuk membangun kembali rumah, mereka hanya berharap bantuan pemerintah.

"Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah yang katanya akan memberikan uang Rp 40 juta bagi rumah yang hanyut. Kiranya pemerintah bisa memperhatikan rakyatnya yang belum memiliki rumah," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved