Di Bitung, Jalan Dekat Sawah Hot Mix, Jalan di Pemukiman Warga Sirtu
Masalah infrastruktur berupa jalan di Kota Bitung dinilai tidak adil.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Fransiska_Noel
Laporan Wartawan Tribun Manado, Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Masalah infrastruktur berupa jalan di Kota Bitung dinilai tidak adil dimana ruas jalan yang menjadi akses untuk dilalui pengendara dan berada di kawasan pemukiman warga rusak, sementara kondisi terbalik terjadi di kawasan persawahan di Kelurahan Tanjung Merah yang diduga milik satu diantara pimpinan pemerintah Kota Bitung kualitas jalannya Hot Mix.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh anggota DPRD Bitung Joel Jerry Lengkong saat pelaksanaan rapat dengar pendapat antara komisi C DPRD Bitung bersama para sopir, Dinas Perhubungan, asissten I, Dinas Pekerjaan umum (PU)dan dinas pasar di ruang rapat DPRD Bitung, Selasa (25/11/2015).
"Masalah jalan, memang terjadi ketidak adilan atau pilih kasih atau apalah namanya, yang saya liat jalan yang sering menjadi akses dilalui kendaraan rusak parah sementara ruas jalan di persawahan di Kelurahan Tanjung Merah di Hotmix sementara jalan itu hanya roda sapi yang sering lewat," tegas Jerry dalam hearing kemarin.
Dihadapan Kadis PU Rudy Tenok dan Kabid Binamarga Allan Rawis, sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini menilai seharusnya jalan yang dipergunakan sebagai akses kendaraan melintas serta berada ditengah pemukiman warga harus baik dan tidak rusak karena apa jadinya jika jalan tersebut rusak.
"Jangan karena di lokasi persawahan itu milik petinggi pemerintah kota Bitung, kemudian di aspal hotmix sementara jalan lainnya rusak parah inikan jelas tidak ada keadilan dalam pembangunan infrastruktur," tukasnya. Beradar kabar jalan hotmix yang berada dikawasan persawahan di Kelurahan Tanjung Merah milik oknum petinggi pemerintah Kota Bitung, dari amatan jarang sekali dilalui kendaraan bahkan tidak ada pemukikman disekitarnya.
Satu diantara jalan rusak yang ada di Kota Bitung terletak di ruas jalan M Hatta yang ada di Kelurahan Pateten Bitung, jalan ini menjadi akses dari dan pusat kota Bitung menuju dermaga penyeberangan Lembeh di Ruko Pateten dan Pelabuhan perikanan Samudera Aertembaga.
"Ancor tu jalang, bilang pa walikota beking akang," koar pengendara motor yang melintas.
Sementara itu pengendara mobil angkot tak mau kalah meluapkan kekesalannya terhadap kondisi ruas jalan yang rusak. "So lama skali ada rusak, tiap beking rusak ulang," ucap sopir yang menggunakan topi.
Louis warga yang sering melintas di jalan itu mengaku keberadaan jalan yang rusak sangat berdampak buruk, mengingat lubang-lubang yang menghiasi jalan itu keadaannya sangat dalam. "Paling parang kalau tergenang air dari hujan, tak terlihat mana lubang-lubangnya sehingga kami pengendara hanya bisa menerka mana jalan yang lobang dan tidak," tutur Louis.
Menurutnya jalan rusak itu sudah sering ditutup menggunakan pasir sirtu atau aspal dengan kualitas tidak baik oleh pemerintah kota Bitung, namun saat terkena air mengalir jalan itu kembali lubang. "Harusnya di aspal hot mix supaya tidak rusak lagi dan segera dibuat drainase atau salurah ditepinya agar m$enjadi tempat aliran air sehingga air tidak lagi ke badan jalan," tandas pria yang bekerja kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung.
Terpisah pemerintah Kota Bitung lewat Rudy Tenok Kadis Pekerjaan umum (PU)menegaskan bahwa jalan M Hatta yang dalam kondisi rusak merupakan jalan Nasional. "Kami sudah 6 kali melakukan pemeliharaan hanya sebatas pemeliharaan ringan, karena kalau kami masukan anggaran pemeliharaan yang nilai cukup signifkan akan menjadi temuan Badan pemeriksa keuangan (BPK) karena jalan itu bukan merupakan asset dari Pemkot Bitung melainkan aset jalan Nasional," tutur Tenok.
Update terus informasi terbaru setiap hari di Tribun Manado edisi cetak, dan di www.tribunmanado.co.id