Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mencekam! Rentetan Tembakan Tiada Henti, "Saya Hanya Ingin Selamat"

Lebih dari tujuh jam kami harus bersembuyi dari terjangan peluru.

Tayang:
Editor: Fransiska_Noel

Suara tembakan kembali terdengar saat kami turun dari mobil. Kami tiarap dan disuruh masuk ke gedung.

"Tiarap, lari dan masuk gedung. Jangan lihat ke belakang masuk saja di lorong. Jangan nyalakan handphone (HP). Lampunya nanti jadi sasaran tembak," ujar anggota Brimobda Kepri itu sambil berteriak.

Di dalam gedung itu kami langsung bergabung dengan anggota Brimobda yang lain. Dengan suasana gelap gulita, kami dilarang menyalakan HP. Karena lampu dari HP bisa menjadi sasaran tembak.

Dan jika mau menghubungi atau menerima panggilan, harus dilindungi dengan baju atau jaket agar cahaya lampu dari HP itu tidak terlihat.

Kami bersembunyi bersama staf Pemprov Kepri. Sedangkan Wagub Kepri di ruang Kasat Brimob. Tembakan kembali terdengar sekitar lima menit kemudian. Kami tiarap.

Susana pun mulai mencekam. Rentetan senjata tidak henti-henti. Saya pun mencoba untuk mencari tahu keadaan Wagub Kepri. Saya pun nekat menyeberang lorong ke lorong tempat wagub Kepri berlindung.

Saya melihat Wagub Kepri dalam posisi tiarap di salah satu ruangan. Setelah mengetahui keberadaan Wagub Kepri, saya kembali ke lorong dan tiarap.

Pukul 22.00. Saya berhasrat buang air kecil. Di dalam toilet, saya dengar tembakan lagi. Serpihan atap berjatuhan mengenai saya.

"Pak tiarap, tiarap. Matikan HP, itu ada cahaya. Awas jadi sasaran tembak," kata anggota Brimob yang mengantar saya.

Setelah berhasil masuk ke ruang semula, saya dengar Kasat Brimob berkoordinasi menggunakan HT.

"Jangan terpancing dan jangan keluarkan tembakan balasan. Tetap waspada dan tunggu perintah," ujar Kombes Tory.

Rentan suara tembakan dari berbagai arah terus terdengar. Bahkan gedung tempat kami berlindung bersama wagub terus ditembak bertubi-tubi. Kaca pintu pecah, atap gedung berjatuhan. Sampai pukul 23.00 WIB rentetan tembakan terus menjadi-jadi.

Anggota Brimob mencoba untuk menenangkan. "Sabar saja dan bertahan dulu di sini. Semuanya sama perasaan pasti takut. Jangan panik dan waspada saja dulu," kata anggota itu.

Tidak lama terdengar suara imbauan tidak tahu dari mana arahnya. Suara imbauan yang saya dengar ke telinga samar-samar. Tidak lama, suara tembakan berhenti.

Melalui radio HT milik anggota Brimob saat itu terdengar warga mau masuk ke dalam Mako untuk menjemput Wagub dan empar wartawan yang terjebak. Hampir 10 menit kami mendengar infomasi dari radio HT itu. Tidak lama kami juga mendengar salah satu anggota Yonif 134/TS tertembak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved