Tuh, Bukan Golkar Kok Penghalang Pelantikan Ketua DPRD Manado
Salut! Itulah satu kata yang patut disematkan kepada Ketua DPRD Manado definitif Nortje van Bone.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Salut! Itulah satu kata yang patut disematkan kepada Ketua DPRD Manado definitif Nortje van Bone. Sebagai ketua resmi iapun hadir satu jam sebelum pengucapan sumpah dan janji pimpinan DPRD Manado 2014-2019.
Van Bone pun ikut gladi resik tanpa ditemani dua wakilnya Richard Sualang dan Danny Sondakh yang memang merupakan calon incumbent yang sudah pengalaman. Acara yang molor membuat Van Bone mengisi waktu dengan diskusi dan foto-foto dengan rekan-rekan wartawan.
"Yang pasti setelah dilantik saya ingin bisa kompak dengan semua anggota dewan yang ada supaya semua agenda bisa berjalan baik untuk kepentingan rakyat Manado," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Manado GSV Lumentut yang hadir dalam sambutannya menyampaikan harapannya supaya semua agenda DPRD bisa terpenuhi sebab 2015 sudah di depan mata. Disebutnya agenda penting itu antara lain revisi RPMJD Kota Manado 2010-2015.
Pembahasan KUA PPAS, perubahan 2014 sebagai landasan APBD Perubahan 2014, perhitungan anggaran 2013, pembahasan KUA PPAS 2015 sebagai landasan APBD induk 2015. "Marilah bulatkan tekat meraih cita-cita bersama dalam pengelolaan pemerintahan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun 2015," pesan Lumentut.
Ia juga berpesan agar DPRD bisa mempersiapkan hal-hal strategis dalam rangka pemilihan kepala darah 2015. "Agenda ini menjadi perhatian bersama jadi harus ada kerja sama seniergis dan harmonis," tutur Lumentut.
Hadir dalam kegiatan ini seluruh anggota DPRD Manado termasuk Royke Anter yang tadinya masuk nominasi Ketua DPRD Manado, muspida, tokoh masyarakat, pimpinan parpol, LSM, wartawan media cetak dan elektronik.
Rapat paripurna ini diawali dengan doa menyanyi Indonesia Raya dan sambutan dari Ketua DPRD Manado Sementara, Cicilia Longsong STh.
Tidak halangi pelantikan
Ketua Fraksi Golkar DPRD Manado Sonny Lela menegaskan Partai Golkar tidak pernah berniat untuk menghalangi proses pelantikan pimpinan DPRD Manado, Kamis (30/10/2014). Jika ada keterlambatan itu karena ada perayaan HUT Golkar secara nasional di Jakarta.
"Harus diketahui kalau Golkar itu bukan penghalang pelantikan (pimpinan DPRD). Wakil Ketua (Denson) ada di Jakarta hanya memang dia duduk di belakang. Jadi kalau ada yang bilang Golkar menghambat pelantikan itu tidak benar!" ungkapnya.
Dikatakannya, dalam paripurna pelantikan juga ada mekanisme. Harusnya melalui pemberitahuan resmi kepada ketua-ketua fraksi baru untuk penentuan jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan DPRD.
"Sekretaris Dewan (Sekwan) harusnya mengagendakan dulu dan melalui mekanisme. Harusnya menghubungi ketua-ketua fraksi. Saya saja baru terima undangan hari ini. Jadi jangan ada statment terlambat pelantikan karena Golkar," ucapnya.
Terpisah, Christiana Lina Pusung anggota Fraksi Golkar lainnya menuturkan sudah bukan waktunya berdebat sebaiknya fokus pada pelantikan, penyusunan tatib sehingga bisa bekerja melayani masyarakat.
"Mungkin ada miss communication antara Sekwan dan beberapa anggota (DPRD) yang pasti setelah pelantikan sebaiknya semua fokus pada agenda-agenda yang seharusnya," katanya.(dit)
Update terus informasi terbaru setiap hari di Tribun Manado edisi cetak, dan di www.tribunmanado.co.id