Lipsus

DPTNB Akan Bangun Bank Sampah di Paal Dua

Ir Boyke Toloh Msc, sampah di Kelurahan Paal Dua memang telah menumpuk, sehingga pihaknya sepakat akan membangun bank sampah.

DPTNB Akan Bangun Bank Sampah di Paal Dua
NET
Ilustrasi Bank Sampah 

TRIBUNMANADO.CO.ID,CO.ID, MANADO  - Diskusi reguler dengan topik mencari solusi kepungan dan apungan sampah di Bunaken yang digelar Dewan Pengelolaan Taman Nasional Bunaken (DPTNB) menghasilkan beberapa poin penting. Di antaranya akan dibangun Bank Sampah di Kelurahan Paal Dua, dekat PT Air Manado.

Ir Boyke Toloh Msc, Executive Director DPTNB mengatakan, sampah di Kelurahan Paal Dua memang telah menumpuk, sehingga pihaknya sepakat akan membangun Bank Sampah.

"Kebetulan mereka bersedia, Lurah Kelurahan Paal Dua, Olga Kaeng bahkan terus menanyakan kapan Bank Sampah akan di bangun. Nanti mereka akan menjadi contoh bagi kelurahan-kelurahan lain. Sehingga bisa memotivasi kelurahan lain untuk membangun Bank Sampah," ujarnya kepada Tribun Manado, Minggu (26/10).

Pembangunan Bank Sampah ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah dan swasta. "PT Tirta Investama, produsen Aqua juga turut membantu memberikan dana untuk pembangunan Bank Sampah ini," ujarnya.

Pelatihan juga akan dilakukan oleh BLH Provinsi dan Kota kepada masyarakat Kelurahan Paal Dua. Sedangkan Dinas Kebersihan akan membangun tujuh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mengingat banyaknya tumpukkan sampah di daerah ini. "Dinas kebersihan memang sudah ada dana untuk membangun TPS, tapi harus diajukan permohonan terlebih dahulu," ujarnya.

Pihak DPTNB juga akan meninjau lokasi pembangunan Bank Sampah di Kelurahan Paal Dua. '' Rencananya hari Kamis kami akan berkunjung ke Kelurahan Paal Dua, untuk meninjau lokasi pembuatan Bank Sampah.

Dia berharap dengan adanya Bank Sampah akan dapat meminimalisir sampah plastik yang ada."Mudah-mudahan program ini dapat segera terealisasi.Kami akan mengawasi dan mendampingi mereka, agar Bank Sampah ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya menutup perbincangan.
Armada Kurang
Setiap hari Kota Manado menghasilkan 1.700-2.000 meter kubik sampah. Dari angka itu ada 7-10 meter kubik yang tak terangkut oleh Dinas Kebersihan. Keberadaan pemulung sampah ikut membantu ketika mereka mengambil sampah yang tidak terangkut armada, walaupun tak semuanya.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Manado Julises Oehlers saat dikonfirmasi Tribun Manado, Selasa (28/10). "Sampah di Manado makin hari makin meningkat jumlahnya. Sementara armada kami memang masih kurang jadi memang ada di beberapa titik tidak terangkut," ujarnya.

Penambahan armada pengangkut sampah akan dilakukan Desember. Rencananya akan ada 10 unit dump truk khusus untuk angkutan sampah di Kota Manado. "Semua armada sampah juga akan standby untuk mengangkut bank sampah jika program ini berjalan dengan baik di rumah-rumah warga," ujarOehlers.

Dia mengakui jika program bank sampah belum berjalan maksimal. Program ini juga bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH). "Selain itu peran Camat, Lurah dan Kepala-kepala lingkungan penting. Sebab program Bank Sampah melibatkan masyarakat di tingkat kelurahan hingga lingkungan. Secara ekonomis memang belum terasa karena banyak warga belum tahu nilai dari sampah plastik jika dijual ulang," ujarnya.

Menyadari hal itu, Oehlers menuturkan saat ini pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan BLH, camat, lurah hingga Pala supaya ada solusi untuk mengencarkan program Bank Sampah. "Program Bank Sampah adalah memisahkan sampah plastik seperti botol bekas kemasan air mineal, kardus. Memang sebaiknya ada armada khusus yang mengakutnya dari rumah-rumah warga. Sampah itu ada nilai ekonomisnya," ujarnya.

Selain itu, jika penambahan armada sudah teralisasi maka program pembuatan kompos juga akan dimaksimalkan. "Semua itu perlu peran serta warga setempat. Kita olah sampah juga penting untuk disadari demi kebersihan, terhindari dari penyakil dan bencana seperti banjir. Bukannya memaksakan tetapi kami berharap warga Manado jangan lagi buang sampah di selokan itu sangat membahayakan kita semua," ucapnya.

Oehlers juga menuturkan sudah ada tempat sampah khusus kaleng dan botol di beberapa titik di Pusat Kota Manado seperti di depan IT Center, Zero Point dan banyak lagi. Tempat sampah khusus itu akan terus ditambah dalam APBD P atau APBD 2015.(tiw/dit)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved