Perayaan Dana Bulan Kathina di Manado
Berjalan dan menerima makanan dari umat. Itulah yang dilakukan Bhikku, di sepanjang Jalan Sudirman Manado dalam rangkaian perayaan Dana.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Berjalan dan menerima makanan dari umat. Itulah yang dilakukan Bhikku, di sepanjang Jalan Sudirman Manado dalam rangkaian perayaan Dana di bulan Kathina, yang digelar Minggu (12/10) di Vihara Dhammadipa Jalan Sudirman.
Menerima makanan dari umat disebut dengan Pindapata, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada umat untuk melakukan kebajikan, dan menopang bagi yang menjalani kehidupan suci, Bhikku tidak boleh memilih rumah, harus dihampiri semuanya. "Bhikku tidak boleh membuat makanannya sendiri, dan hanya boleh makan satu kali dalam sehari sebelum jam 12 siang, jika lewat bhikku tidak bisa makan lagi," ujar Serlyani, satu di antara umat Vihara Dhammadipa
Lanjutnya, makanan yang diterima Bhikku dalam perjalanannya selanjutnya diisi dalam bowl atau serupa dengan mangkok yang dibawa bhikku, makanan tersebut antara lain seperti susu, nasi, dan makanan siap saji lainnya, tidak boleh daging mentah, atau bahan makanan mentah lainnya.
Kegiatan selanjutnya yang dilakukan setelah Pindapata adalah Puja bakti yaitu ibadah umat Budha didalam Vihara. Di dalam ibadah tersebut para umat mendapat pencerahan dari Bhikku, "Jika kita memberikan dana, dan kita masih berpikir nantinya yang menerima dana akan menggunakannya untuk apa itu bukan kebajikan, sebaliknya yang menerima dana dalam menggunakan dana yang diterima akan mendapat karma sesuai yang ia lakukan," ujar Sophon, Bhikku dari Thailand.
Dalam perayaan Kathina seharusnya ada lima bhikku, namun kali ini di perayaan Kathina di Vihara Dhammadipa, hanya ada satu Bhikku, "Nama perayaan ini bukan Dana Kathina, tapi dana di bulan Kathina," ujar Serlyani.
Hal tersebut mendapat tanggapan dari Bhikku Sophon, "Tidak perduli kita menyebutnya Kathina atau apa, yang penting kita pada hari ini punya niat untuk melakukan kebajikan," ujarnya kepada umat dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh satu diantara umat.
Sebagai umat Serlyani juga menjelaskan sedikit tentang berdana, yang paling dasar itu adalah berdana yang artinya belajar untuk melepas, dan mengikis keserakahan, yang bertujuan untuk melakukan kebajikan yang membuahkan karma baik.
Dalam rangkaian Puja bakti Bhikku juga melakukan percikan kepada umat dengan membacakan parita atau doa pemberkahan, yang isinya mengucapkan terima kasih atas perbuatan baik yang telah dilakukan umat, "Semoga dengan jasa kebajikan yang telah dilakukan membuahkan kebahagiaan, kesehatan kesuksesan, kebijaksanaan, semoga tetap dalam lindungan tiratana atau triratna atau budha atau guru. Intinya semoga semua mahluk hidup berbahagia (sabe satta bhavantu sukhitata)," ungkapnya.