Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Edisi Minggu Smart Woman

Atur Waktu Mengajar dan Melayani di Gereja

Mengajar diyakininya merupakan satu pelayanan, sehingga harus dilakukan dengan ketulusan.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengajar diyakininya merupakan satu pelayanan, sehingga harus dilakukan dengan ketulusan.

Baginya mengajar adalah pelayanan. Sehingga dalam kesehariannya sebagai dosen di Prodil Ilmu Administrasi Negara FIS Unima, Anastasya Kartika Viona Mandagi SE MM menjalaninya tanpa beban.

Anastasya yang merupakan lulusan Universitas Klabat ini memang lahir dan tumbuh dari keluarga akademisi. Ibunya Dr Sisca B Kairupan MSi adalah Dekan FIS Unima, sedangkan ayahnya Dr Marthinus Mandagi, MSi, adalah Kaprodi Ilmu Administrasi Negara FIS Unima. Adiknya Andhika Caroline Mandagi pun saat ini sedang menyelesaikan studinya di Jurusan Geothermal FMIPA Unima.

Meski orangtuanya berprofesi sebagai dosen, tak sekalipun mereka mengharuskan gadis kelahiran Tondano 21 April 1988 ini  menjadi dosen. Menurutnya, kedua orangtua hanya menganjurkan, sedangkan pilihan tetap pada dirinya.

"Orangtua saya tak pernah memaksa saya harus jadi dosen juga. Semua tergantung saya, dan itu pun berujung pada pilihan menjadi dosen. Mengajar itu bagian dari pelayanan," ujarnya Sabtu (27/9/2014).

Dalam karir dosennya, kedua orangtuanya menjadi motivasi besar dalam menjalankan profesinya itu. Banyak hal yang mereka ajarkan pada Anastasya untuk tetap kokoh dalam berkarir.

"Orangtua pasti jadi motivasi, perjalanan mereka di dunia akademisi sudah puluhan tahun. Mereka juga yang membekali saya untuk terus berkarya," ujarnya Anastasya pernah menjadi satu diantara utusan Unima yang mengikuti program pelatihan kewirausahaan di Humber Colege, Toronto Canada.

Sebagai dosen muda, ada saja mahasiswa, terutama para lelaki yang selalu menggodanya. Awalnya Anastasya merasa risih, namun semakin hari ia semakin bisa mengontrol keadaan saat itu terjadi.

"Sampai sekarang saya masih sering digoda mahasiswa. Namun yah hadapi saja seprofesional mungkin, dengan kapasitas sebagai dosen," ujar wanita yang murah senyum ini.
Kesulitan lain yang dihadapi yakni benturan waktu antara pelayanan gereja dan tugas kampus. Kadang Kartika harus diperhadapkan dengan dua pilihan di waktu yang sama.

"Kadang waktu pelayanan sama dengan jam mengajar. Dua-duanya tanggungjawab yang tak boleh ditinggalkan. Menyiasati itu, saya sebisa mungkin mengatur waktu dengan baik agar dua-duanya bisa terlaksana," ujar Penatua Pemuda GMIM Bethesda Luaan, Wilayah Tondano IV ini.

Selain itu pula, sebagai pengajar, ia dituntut harus menguasai materi yang diberikan. Pun demikian dengan informasi-informasi terbaru tentang perkembangan yang ada.

"Tentu harus tahu informasi terupdated. Karena sekarang akses informasi sangat mudah didapat. Jika dosen ketinggalan informasi dari mahasiswa, itu tentu bukan hal lucu," katanya.

Lepas dari semua suka dan duka yang mengiringi perjalannya, Kartika bangga menjadi seorang pengajar. Bangga menjalankan hobi yang bisa menjadi berkat bagi para mahasiswa.

"Ilmu itu berkat, selama dimungkinkan membagi berkat yang ada pada saya, kenapa tidak? Itu juga menjadi bentuk pelayanan. Karena pelayanan bukan hanya di gereja, namun dimana saja kita bisa menjadi berkat bagi orang lain," ujar gadis yang hobil jalan-jalan dan nonton ini. (finnekewolajan)

Biofile

- Nama Lengkap : Anastasya Kartika Viona Mandagi SE MM
- TTL : Tondano 21 April 1988
- Pendidikan :
  Sarjana Ekonomi Ekuntansi Universitas Klabat
  Magister Management Universitas Klabat
- Nama Orangtua
  Ayah : Dr Marthinus Mandagi, MSi
  Ibu : Dr Sisca B Kairupan, MSi
 Adik : Andhika Caroline Mandagi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved