Di Mall seperti di Kampung Sendiri
Sudah hal yang galib menjelang Lebaran, masyarakat membeli pakaian baru.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah hal yang galib menjelang Lebaran, masyarakat membeli pakaian baru. Hal ini pun terjadi pada sebagian warga Kotamobagu hingga ada istilah Pumpun.
Mopumpun awalnya hanya berarti mengangkat pakaian kering atau yang terkena hujan. Namun Bahasa Mongondow ini sudah mengalami perluasan makna. Pumpun sekarang berarti juga membeli atau lebih tepatnya memborong pakaian buat Lebaran.
Sudah menjadi cerita umum, seminggu, bahkan dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba, warga Kotamobagu sudah berduyun-duyun ke Manado. Tujuanya, tentu saja, bapumpun. Coba saja tanya penyedeia jasa penyewaan kendaraan.
"Lumayan, banyak yang sewa kendaraan. Kebanyakan memang dipakai untuk ke Manado. Bahkan, harga sewa kendaraan ini naik. Biasanya Rp 300 ribu sehari, sekarang jadi Rp 400 ribu" ujar Vriko, warga Kotobangun yang biasa mengelola penyewaan kendaraan.
Warga Kotamobagu yang 'bapumpun' biasanya berangkat bersama keluarga. Bagi yang tidak mempunyai kendaraan sendiri, pilihanya adalah menyewa kendaraan. Selain harus mengeluarkan sewa kendaraan, tentu saja harus mengeluarkan uang buat bensin.
"Belum lagi, kalau harus menyewa jasa sopir. Ya, untuk transportasi saja habis sekitar Rp 750 ribu," ujar Yundika Paputungan, warga Matali.
Saking banyaknya warga Kotamobagu yang berangkat ke Manado, Renza, warga Upai, mengatakan di mall atau pun pusat perbelanjaan di Manado serasa di kampung sendiri. "Lihat ke kiri orang Kotamobagu, ke kanan juga sama," kata dia kemudian terkekeh.
Ada beberapa mall dan pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan warga Kotamobagu. Bahkan, ada meme-nya atau gambar lucu. Seperti di pusat pertokoan terpampang ucapan 'Dega Niondon' atau selamat datang di mall dan tempat perbelanjaan.
Lalu berapa banyak uang yang mereka belanjakan? Renza mengatakan menyentuh jutaan rupiah setiap orangnya. Bahkan, ia berkelakar, kalau saja toko itu mengumumkan siapa pembeli yang bertransaksi terbesar, maka pasti ada orang Kotamobagu atau Mongondow.
"Dari atas ke bawah itu bisa dihitung. Kaos yang dipakai dari Planet Surf, celana jeans Levi's, sepatu Everbest. Jadi, kalau berjalan, di sini suka bercanda, orang berjalan dengan jutaan rupiah," kata Renza. (edi sukasah)