Breaking News:

Kezia Karundeng Banggakan Orangtua

Butuh usaha dan pengorbanan demi cita-cita. Seperti yang dilakukan Serda (Laut) Zyefarah Sofena Kezia Karundeng.

TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Naskah UN dibuka oleh Jeane Rumagit selaku Kepala Bidang Dikdas Dikpora Minut, di SMAN 1 Airmadidi, Minut, Senin (14/4/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Butuh usaha dan pengorbanan demi cita-cita. Seperti yang dilakukan Serda (Laut) Zyefarah Sofena Kezia Karundeng, gadis asal Desa Tanggari, Minahasa Utara (Minut). Dara kelahiran Tomohon 28 Juni 1995, bekerja keras dari awal hingga mengalahkan 50 calon bintara TNI AL.

"Awalnya hanya coba-coba," ujar gadis yang akrab disapa Farah ini saat ditemui di SMK Baramuli Airmadidi. Sedang bersama teman-teman lamanya, alumni jurusan keperawatan angkatan 2010 menggelar reuni di saat sekolah sedang melaksanakan masa orientasi siswa, Selasa (8/7).

Dari 50 saingannya, satu per satu mulai gugur seleksi. Selain untuk coba-coba saat ikut seleksi tersebut, kata gadis yang berdomisili di Jaga IV, Desa Tanggari, Kecamatan Airmadidi yang memotivasinya yakni ingin membanggakan orangtua.

Anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Johanes Karundeng dan Ria Oley yang hobi berenang dan main bulutangkis, rela rambutnya dipangkas habis. Gadis yang saat ini berpangkat serda jabatan tatausaha wanita bagian Administrasi Lantamal VIII Manado mengaku sulit untuk melupakan kenangan bersama rekan seangkatannya. Ia mengikuti pendidikan tentara di Surabaya yang berlangsung selama setahun.

Kemudian, setelah sekian lama baru kembali ke Minut, gadis pemilik akun facebook "Zyefarah Kezia Karundeng" dan twitter @zyefarahkezia, merasa senang, bangga, berbeda, dan janggal karena hanya dia gadis berprofesi TNI AL di kampungnya. *

Penulis: Alexander_Pattyranie
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved