Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2014

Banyak PPS tak Tempel Hasil Pleno

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Manado menemukan beberapa indikasi pelanggaran selama Pilpres tahun 2014 ini.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO -  Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Manado menemukan beberapa indikasi pelanggaran selama Pilpres tahun 2014 ini.

"Untuk laporan pelanggaran yang masuk kepada kami di Panwaslu baru ada satu, dan kami sudah klarifikasi, dan memang itu terjadi," jelas Sutrisno Ismail Panwaslu Manado bidang Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Jumat (11/7).

Pelanggaran yang dimaksud terjadi di Pakowa, ada satu TPS yang lantaran KPPSnya datang terlambat, sehingga digantikan oleh ketua lingkungan."Itu tidak boleh, lantaran harus ada SK, nah itu yang kami sementara telusuri," kata dia.

Indikasi pelanggaran lain yang ditemukan yaitu banyak PPS yang tidak menempel hasil perhitungan suara sesuai dengan peraturan yang berlaku khusus untuk Pemilu.

"Kami rapat semalam, dan memang dilaporkan bahwa hampir semua PPS tidak menempelkan hasil pleno di papan pengumuman, bahkan ada yang hanya menempelkan berita acara," jelasnya.

Ia menambahkan, jika dipersentasikan jumlah PPS yang tidak menempelkan hasil pleno mencapai 75 persen."Mungkin lantaran mereka tidak tahu, tapi kan sudah ada beberapa kali bimtek, itu masih kami klarifikasi," kata dia.

Padahal sebelumnya juga, Panwaslu Manado sudah memberikan surat pemberitahuan kepada KPU, terkait masalah-masalah seperti itu."Bisa terkena sanksi pidana, juga sanksi etika untuk kejadian seperti itu," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat termasuk pendukung calon, untuk bersabar menunggu pleno KPU untuk hasil penghitungan suara, sehingga tidak terjadi gesekan lantaran saling klaim menang.

"Hasil sebenarnya kan perhitungan KPU, jadi masyarakat harus cerdas, nanti kalau hasilnya sudah ada siapa yang terpilih, baru buat syukuran atau lainnya, jangan sekarang," jelas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved