Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2014

Quick Count, Jokowi Unggul 7, Prabowo 4 Lembaga Survei

Suhu politik di Tanah Air makin panas menyusul saling klaim kemenangan kedua kubu kontestan Pilpres 2014, Rabu (9/7/2014).

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Suhu politik di Tanah Air makin panas menyusul saling klaim kemenangan kedua kubu kontestan Pilpres 2014, Rabu (9/7/2014).

Tujuh lembaga survei yang melaksanakan quick count menempatkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul atas Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan selisih
3,78 persen hingga 6,74 persen.

Sebaliknya, empat lembaga survei lainnya, menempatkan Prabowo-Hatta unggul atas Jokowi-JK dengan selisih berkisar 0,44 persen hingga 2,22 persen.

Tujuh lembaga survei itu adalah, Litbang Kompas 47,66 persen vs 52,34 persen, SMRC  47,17 persen vs 52,83 persen, Indikator Politik Indonesia 47,02 persen vs 52,98 persen,  CSIS-Cyrus  48,11 persen vs 51,89 persen, RRI
47,29 persen vs 52,71 persen, LSI 46,63 persen vs  53,37 dan Poltracking 46,63 persen vs 53,37 persen.

Sedang empat lembaga survei yang menempatkan Prabowo-Hatta unggul adalah IRC 51,11 persen vs 48,89 persen, JSI 50,22 persen vs 49,78 persen, Puskaptis  51,96 persen dan 48,04 persen, dan LSN 50,68 persen dan 49,32 persen.

Atas hasil ini, kubu Jokowi-JK menggelar deklarasi kemenangan yang dipimpin Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, parpol dan relawan yang telah  bekerja keras dan menjaga keamanan serta ketertiban.

Tak berselang lama, giliran Prabowo yang mendeklarasikan kemenangan yang didasarkan kepada empat lembaga survei.

Prabowo pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas kepercayaan memberikan mandat kepadanya. Prabowo kemudian sujud syukur.

Melihat situasi memanas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun angkat bicara. Dia meminta semua bisa mengendalikan diri dan menunggu rekapitulasi suara yang akan diumumkan KPU pada 22 Juli mendatang.

Dia juga menyerukan kepada semua pihak, untuk menjaga keamanan dan ketentraman, serta meminta polisi dan TNI terus menjaga kondisi bangsa dan negara.

Tak pelak, polemik atas hasil quick count pun muncul dan membuat suhu politik memanas.
Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Yunarto Wijaya, hasil quick count yang jomplang antara sejumlah lembaga survei dan beberapa lembaga survei lainnya bisa memicu konflik di akar rumput pendukung masing-masing calon presiden-wakil presiden.

Hasil quick count tersebut, menurut dia, bisa saja dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk meredan tensi politik, malam tadi, Jokowi-JK menemui Presiden SBY. Usai pertemuan, Jokowi mengimbau kepada seluruh pendukung untuk mengisi kemenangan tidak dengan cara berlebihan. Lebih baik, kemenangan ini diisi dengan acara syukuran dan doa.

"Kami mengimbau kepada kader, relawan dan masyarakat, tidak usah ada pawai-pawailah. Mendingan doa syukur, lebih baik," ujar Jokowi di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved