Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gas Bak Minuman Keras Terhirup, Tiga Warga Tewas di Kolam Cap Tikus

Ketiga korban tewas bukan karena mengonsumsinya, melainkan menghirup gas di bak penampungan minuman keras ini.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Cap tikus merenggut tiga nyawa di Minahasa Selatan. Namun ketiga korban tewas bukan karena mengonsumsinya, melainkan menghirup gas di bak penampungan minuman keras ini.

Rabu (23/4) sore, tangis histeris memecah keheningan ruang jenazah RS GMIM Kalooran.
Tangis tersebut berasal dari keluarga tiga orang yaitu Jolly Pondaag (48), Denny Pondaag (55), dan Fadly Pele (37).

Ketiganya merupakan warga Wanga Amongena Kecamatan Motoling Timur, Minahasa Selatan yang tewas akibat menghirup gas yang dimunculkan cap tikus di bak penampungan yang berukuran 3x4 meter dengan kedalaman 3 meter. Di dalam bak tersebut masih menggenang cap tikus setinggi lutut kaki orang dewasa.

Menurut informasi warga, Denny Pondaag yang kali pertama ke terjun ke bak penampungan cap tikus di belakang rumah Jolly. Saat itu dia hendak membersihkan bak penampungan karena sudah bertahun-tahun tak dibuka.

Denny langsung membuka penutup bak dan turun ke dalam kolam itu tanpa menghiraukan kandungan gas yang masih tinggi.

"Di dalam bak masih bergas, karena baru dibuka, dan korban langsung masuk ke dalam bak, dan terjatuh karena tidak tahan terhadap gas tersebut," jelas seorang saksi mata, Usedeky Ponto.

Ia menjelaskan, usai korban terjatuh dan meminta tolong, datanglah Jolly, adiknya yang berniat untuk menolong. Namun hal yang sama terjadi, lantaran tidak tahan bau gas, Jolly pun ikut terjatuh.

"Ada yang lihat kejadian itu, langsung memanggil kami, dan saya langsung lari ke situ, dan melihat ke bawah bak menggunakan senter, ternyata mereka berdua (korban) sudah berada di dasar bak yang masih berisi sedikit cap tikus, dan sudah tidak bergerak," jelasnya.

Tiba-tiba datang Fadly Pele, warga setempat juga, dan tanpa basa-basi langsung hendak turun ke dalam bak untuk menolong kedua korban.

"Fadly (korban) juga langsung turun, sudah kami larang namun tetap bersikukuh mau masuk, nah lantaran korban memaksa turun, sehingga kami berikan tali untuk mengikat badan, namun korban tidak mau, malah langsung turun, dan baru sekitar tiga anak tangga, dia langsung tumbang dan terjatuh," timpal Rocky Saerang, warga yang datang bersama dengan Fadly ke lokasi.

Ia menambahkan, setelah itu, tidak ada warga yang berani turun, lantaran gas dari cap tikus dalam bak masih sangat menyengat dan berbahaya.

"Akhirnya kami gunakan tali menggunakan bambu, untuk mengangkat tiga korban yang sudah meninggal dunia tersebut, karena tidak ada yang berani turun," jelasnya.

Usai tiga korban berhasil diangkat, langsung dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit GMIM Kalooran untuk dimandikan.

Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Melky Makawaehe mengatakan, sementara ini, korban ada tiga orang tewas. Ini merupakan kecelakaan murni.

"Kita sementara melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan dari beberapa orang saksi," ujarnya. (*)

Anda juga bisa menyimak berita ini di Tribun Manado edisi cetak terbit hari ini, Kamis (24/4/2014).

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved