Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demam Piala Dunia

Di Kotamobagu Bendera Brasil Paling Laku

Rupa-rupa bendera dia jajakan. Namun tak hanya bendera, dia juga menjual kaus tim atau jersey sepak bola negara dan klub.

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pernak-pernik Piala Dunia mulai laku dijual. Bendera, stiker dan kaus tim negara yang akan berlaga di Brasil mulai 13 Juni mendatang mulai banyak dicari.

HELATAN Piala Dunia mulia terasa. Beberapa bendera peserta Piala Dunia terpasang di tali yang digantung di antara Pohon Trembesi di Jalan Adampe Dolot. Hanya sepelemparan batu dari dua pohon itu, bendera Negara Belanda dan Italia berukuran lebih dari tiga meter berkibar diterpa angin.

Di seberang jalan, Arifin (34) tampak duduk di dalam kios sambil menunggu pembeli datang. Rupa-rupa bendera dia jajakan. Namun tak hanya bendera, dia juga menjual kaus tim atau jersey sepak bola negara dan klub. Di sudut lain kios tersebut, Arifin juga memajang stiker bendera negara peserta Piala Dunia.

"Di sini, stiker bendera atau yang berhubungan dengan negara peserta Piala Dunia juga laris. Pembeli biasanya memasang di bentor-bentor," ujar Arifin saat berbincang-bincang dengan Tribun Manado, Selasa (15/4/2014).

Dia menuruturkan, pembeli juga saat ini mulai ramai mencari bendera dan kaos tim selain stiker. Ada empat bendera negara yang paling banyak dicari saat ini, yakni Brasil, Argentina, Spanyol dan Jerman. Namun demikian, Arifin juga tetao memajang beberapa bendera negara lainya.

"Ada sembilan bendera yang saya selalu jual setiap ada helatan turnamen sepakbola, yaitu Brasil, Argentina, Spanyol, Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, Italia dan Portugal. Bendera-bendera negara itu biasanya yang laku," Arifin menjelasakan.

Arifin tampak ragu menyebutkan harga jual bendera-bendera tersebut. Dia mengatakan harganya bervariasi. Bila pembeli membeli banyak, maka harganya pun sedikit turun. Namun, akhirnya, pria bertubuh kurus ini menyebut harga jual bendera yang diproduksi sendiri itu. "Harganya mulai Rp 35 ribu," katanya.

Berbeda dengan bendera yang 'dikuasai' Brasil. Pada penjulan kaus tim negara Jerman dan Italian justru yang banyak dicari. "Model kaus tim Brasil dari dulu begitu-begitu saja, beda dengan jersey Italia dan Jerman yang banyak variasinya. Mungkin itu alasanya sehingga banyak yang mencar kaus Jerman," kata dia.

Ternyata bukan hanya di kios milik Arifin saja bendera Brasil meraja. Pun demikian dengan Dadan (45) yang menjajakan bendera negara peserta di Jalur Dua Kotamobagu. Di tempat jualan pria asal Jawa Barat ini, bendera Brasil dan Spanyol yang paling banyak dicari.

"Memang tak setiap hari ada yang beli, tapi di antara bendera yang saya jajakan, Brasil dan Spanyol yang paling banyak ditanyakan," kata Dadan.

Ditanya harga jual bendera daganganya, Dadan tak ragu-ragu menyebut Rp 150 sampai Rp 250 ribu. "Tergantung besar kecilnya. Kalau ukuran bendera tiga meter, saya jual Rp 250 ribu. Yang lebih kecil Rp 150 ribu. Tapi, harga itu masih boleh ditawar. Masih bisa kurang," kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved