Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liga Champion

Si Penjegal Muenchen

Sejarah membuktikan Bayern Muenchen kerap menjadi batu sandungan bagi Real Madrid.

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, NYON  - Sejarah membuktikan Bayern Muenchen kerap menjadi batu sandungan bagi Real Madrid. Namun demikian, Real Madrid layak percaya diri karena mereka memiliki pelatih sekaliber Carlo Ancelotti.

Berdasarkan hasil undian babak semifinal Liga Champions, Jumat (11/4) Real Madrid menghadapi Bayern Muenchen, sang juara bertahan. Hasil undian babak semifinal lain yang digelar di kantor UEFA, Nyon, Swiss, memunculkan Atletico Madrid melawan Chelsea.

Laga semifinal antara real Madrid dan Bayern Muenchen akan digelar pada 23 dan 29 April, sementara Chelsea dan Atletico Madrid pada 22 dan 30 April.

Bayern Muenchen dapat menjadi batu sandungan bagi Real Madrid yang mengincar gelar juara Liga Champions mereka yang kesepuluh. Selain karena performanya yang sedang bagus, catatan sejarah membuktikan Bayern Muenchen kerap menjegal langkah Real Madrid.

Kedua tim sudah 20 kali bertemu di kompetisi UEFA, semuanya terjadi di Liga Champions. Dari 20 pertemuan itu, lima di antaranya terjadi di babak semifinal.

Kelima pertemuan itu terjadi pada musim 1975/76, 1986/87, 1999/00, 2000/01, dan 2011/12. Dari lima pertemuan tersebut, Real Madrid baru sekali menyingkirkan Bayern Muenchen, yaitu pada musim 1999/00. Ketika itu Los Blancos berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Valencia.

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menaruh rasa hormat tinggi kepada Bayern Muenchen. Menurut Ancelotti, Bayern merupakan lawan yang sangat sulit. "(Pep) Guardiola merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia. Mereka memiliki tim yang hebat. Laga semifinal melawan Bayern akan sangat sulit, namun tidak mudah juga menghadapi Real Madrid," kata Ancelotti dikutip Realmadrid.com.

Namun demikian, Real Madrid layak percaya diri menghadapi Bayern Muenchen pada babak semifinal Liga Champions.

Pelatih mereka, Carlo Ancelotti, punya catatan bagus setiap kali jumpa Bayern Muenchen. Sepanjang karier kepelatihannya Carlo Ancelotti belum pernah menelan kekalahan ketika berjumpa Bayern Muenchen di Liga Champions.

Dari enam kesempatan bertemu Die Rotten, Ancelotti mengantarkan tim asuhannya memetik empat kemenangan dan dua kali imbang.

Semua pertemuan itu dialami Ancelotti ketika masih membesut AC Milan. Don Carlo yang menangani AC Milan periode 2001-2009 layak disebut sebagai penjegal Bayern Muenchen. Muenchen tak berdaya melawan tim besutan Ancelotti pada Liga Champions musim 2002, 2006 dan 2007.

Dari enam pertemuan itu terdapat formasi yang kerap digunakan Ancelotti, yaitu formasi 4-3-1-2. Formasi itu dua kali dipakai Ancelotti dan hasilnya AC Milan memetik kemenangan 2-1 dan 4-1.

Hasil imbang dialami Ancelotti ketika menerapkan formasi 4-4-2 berlian dan 4-2-3-1. Ancelotti juga sempat menang ketika menggunakan formasi 4-2-3-1.

"Jika kami ingin menjuarai Liga Champions, kami harus mengalahkan siapapun, termasuk Bayern," ujar eks pelatih AC Milan, Chelsea, dan PSG itu.

Kubu Bayern Muenchen juga sangat berambisi mendapat tiket tampil di Estádio do Sport Lisboa e Benfica, Lisbon, 24 Mei 2014 mendatang. Prestasi besar berada di depan mata mereka jika berhasil menyingkirkan Real Madrid. Bayern Muenchen akan menjadi klub pertama yang mampu menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved