Renungan Minggu
Mimpi Yang Inspiratif dan Mengubahkan
Kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, khususnya dalam teks Kejadian 37:12–24 ini sangat menarik untuk disimak.
Pdt Berty Langi STh
Ketua BPMJ Fungsional Kampus Manado
Kejadian 37:12–24 dan Filipi 2:5–7
Kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, khususnya dalam teks Kejadian 37:12–24 ini sangat menarik untuk disimak dalam kaitan dengan suatu komunitas kehidupan yang belum membiasakan diri untuk memandang jauh ke masa yang akan datang. Dalam bahasa yang lebih umum di kenal, komunitas tersebut adalah komunitas status qou.
Status qou telah memberi pengertian kepada suatu kelompok orang atau masyarakat yang tidak menghendaki adanya perubahan dan pembaharuan terhadap keadaan kehidupannya, bahkan hidupnya. Kelompok orang atau masyarakat ini telah merasa yaman, aman, tentram dan mapan. Yusuf dalam kisah ini dikisahkan sebagai seorang tukang mimpi (Kej 37:5–11). Memang karakteristik mimpi dari Yusuf bukanlah mimpi sebagai bunga tidur, tetapi mimpi yang mencirikan masa depan yang sangat indah, inspiratif dan mengubahkan. Bahkan mimpinya tersebut mampu mempengaruhi sifat saudara-saudaranya, karena teks Kejadian 37 : 11 mengatakan : “Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, ...”.
Dalam konteks ini, Yusuf sebagai seorang tukang mimpi, telah menyingkapkan karakter sejatinya yaitu tidak menghendaki status qou. Keinginannya yang terkandung dalam mimpinya adalah masa kini dan masa depan yang terjalin didalam gerak dinamika perubahan dan pembaharuan hidup yang indah dan tidak statis. Dalam teks ini, kita disodorkan dengan sikap perusak dan pembunuh sebagai wujud dari sifat hati yang sejati dari komunitas kelompok atau masyarakat status qou.
Sungguhpun demikian, Yusuf sebagai seorang yang telah menjalinkan hidup kininya dengan mimpinya tentang masa depan tak mudah digentarkan dan ditakutkan dengan sifat dan sikap perusak dan pembunuh dari saudara-saudaranya sendiri. Dalam cerita tersebut, sama sekali tidak ada perlawanan dari Yusuf atas rencana dan tindakan jahat dari saudara-saudaranya. Hal ini memberikan pengertian kepada kita bahwa kekuatan perusak dan pembunuh tidak dapat merusak dan membunuh sebuah mimpi yang menginspirasikan dan mengubahkan.
Penganiayaan dan pengorbanan Yusuf, sungguh-sungguh sebanding dengan mimpinya yang menginspiratif dan mengubahkan. Tuhan Yesus memiliki mimpi bagi seluruh umat manusia, yaitu agar semua manusia memperoleh suatu kehidupan yang indah, hubungan yang di dasarkan pada cinta kasih dan damai-sejahtera. Sungguhpun Ia harus menanggalkan kemuliaan-Nya dan kebersamaan-Nya dengan Bapa di sorga.
Kisah dalam Filipi ini menyingkapkan suatu misteri kehidupan Tuhan Yesus yang tidak dapat lagi diubahkan (baca status qou), menjadi berubah karena mimpi-Nya bagi seluruh umat manusia agar memperoleh keselamatan kekal. Penderitaan dan pengorbanan-Nya, sungguh-sungguh sebanding dengan mimpi-Nya yang inspiratif dan mengubahkan. Amin. (*)