Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

Mimpi Yang Inspiratif dan Mengubahkan

Kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, khususnya dalam teks Kejadian 37:12–24 ini sangat menarik untuk disimak.

Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUN MANADO
Patung Yesus Memberkati di sisi Jalan Ring Road Manado 

Pdt Berty Langi STh
Ketua BPMJ Fungsional Kampus Manado

Kejadian 37:12–24 dan Filipi 2:5–7

Kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, khususnya  dalam teks Kejadian 37:12–24 ini sangat menarik untuk disimak dalam kaitan dengan suatu komunitas kehidupan yang  belum membiasakan diri untuk memandang jauh  ke masa yang akan datang. Dalam bahasa yang lebih umum di kenal, komunitas tersebut adalah komunitas status qou. 

Status qou  telah memberi pengertian kepada suatu kelompok orang atau masyarakat yang tidak menghendaki adanya perubahan dan pembaharuan terhadap keadaan kehidupannya, bahkan hidupnya. Kelompok orang atau masyarakat ini telah merasa yaman, aman, tentram dan mapan.  Yusuf dalam kisah ini dikisahkan sebagai seorang tukang mimpi  (Kej 37:5–11).  Memang karakteristik mimpi dari Yusuf bukanlah  mimpi sebagai bunga tidur, tetapi mimpi yang mencirikan masa depan yang sangat  indah, inspiratif dan mengubahkan. Bahkan mimpinya tersebut mampu mempengaruhi sifat saudara-saudaranya, karena teks Kejadian 37 : 11 mengatakan : “Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, ...”. 

Dalam  konteks ini, Yusuf sebagai seorang tukang mimpi, telah menyingkapkan karakter sejatinya yaitu tidak menghendaki status qou. Keinginannya yang terkandung dalam mimpinya adalah masa kini dan masa depan yang terjalin didalam gerak dinamika perubahan dan pembaharuan hidup yang indah dan tidak statis. Dalam teks ini, kita disodorkan dengan sikap perusak dan pembunuh sebagai wujud dari sifat hati yang sejati dari komunitas kelompok atau masyarakat  status qou.

Sungguhpun demikian, Yusuf sebagai seorang yang telah menjalinkan hidup kininya  dengan mimpinya tentang masa depan tak mudah digentarkan dan ditakutkan dengan sifat dan sikap perusak dan pembunuh dari saudara-saudaranya sendiri. Dalam cerita tersebut, sama sekali tidak ada perlawanan dari Yusuf atas rencana dan tindakan jahat dari saudara-saudaranya. Hal ini memberikan  pengertian kepada kita bahwa kekuatan perusak dan pembunuh tidak dapat merusak dan membunuh  sebuah mimpi yang menginspirasikan dan mengubahkan. 

Penganiayaan dan pengorbanan Yusuf, sungguh-sungguh sebanding dengan mimpinya yang menginspiratif dan mengubahkan. Tuhan Yesus memiliki mimpi bagi seluruh umat manusia, yaitu agar semua manusia memperoleh suatu kehidupan yang indah, hubungan yang di dasarkan pada cinta kasih dan damai-sejahtera. Sungguhpun Ia harus menanggalkan kemuliaan-Nya dan kebersamaan-Nya dengan Bapa di sorga.
Kisah dalam Filipi ini menyingkapkan suatu misteri kehidupan Tuhan Yesus yang tidak dapat lagi diubahkan (baca status qou), menjadi berubah karena mimpi-Nya bagi seluruh umat manusia agar memperoleh keselamatan kekal. Penderitaan dan pengorbanan-Nya, sungguh-sungguh sebanding dengan mimpi-Nya yang inspiratif dan mengubahkan.  Amin. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved