Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tawuran Unsrat

'Setengah Nyawa' Olivia Ikut Terbakar

Gedung Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi luluh lantak dibakar orang-orang tak bertanggung jawab.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:

Gedung Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi luluh lantak dibakar orang-orang tak bertanggung jawab. Mahasiswa pun gusar karena kehilangan karya ilmiahnya.

RABU (5/3) lalu bisa dibilang kelabu bagi kampus Unsrat Manado. Tawuran mahasiswa pecah sehari setelah Prof Dr Donald Rumokoy dicopot dari kursi Rektor Unsrat dan digantikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Musliar Kasim sebagai Pelaksana tugas Rektor.

Beberapa hari sebelumnya, mahasiswa, alumni dan dosen Fakultas Kedokteran turun ke lapangan menolak kebijakan Rumokoy terkait pemilihan Dekan Faked dan menuntut Rumokoy mundur.

Kini, pasca kerusuhan, kampus itu sepi. Mahasiswa diliburkan demi mengembalikan kondisi kampus menjadi kondusif untuk belajar.

Polisi masih terus memburu pelaku pembakaran. Tim Labfor Mabes Polri Cabang Makassar pun diturunkan.

Berdasar pengamatan Tribun Manado, Jumat (7/3), lokasi gedung yang dibakar memang berantakan. Di sekelilingnya dipasangi police line.

Kursi-kursi berserakan di jalan, batu-batu memenuhi jalanan kampus, bahkan kaca-kaca berserakan di mana-mana.

Aroma menyengat dari sisa-sisa bangunan dan motor yang terbakar masih dapat tercium.

Di lokasi terdapat lima sepeda motor yang terbakar hanya tersisa rangkanya serta beberapa sepeda motor yang terbakar dengan kerusakan hingga 70 persen.

Alat-alat praktik milik Jurusan Elektro berserakan di area tersebut. Terlihat juga alat yang berhasil diselamatkan dari kobaran api, namun terlihat ada bagian yang rusak.

Bangunan Jurusan Arsitek dan Laboratorium Elektro sebagian besar hangus terbakar. Hanya tersisa puing-puing dan beton.

Banyak peralatan praktik dan hasil karya mahasiswa yang sedang menyelesaikan penelitian hancur.

Dekan Fakultas Teknik Prof Dr JI Kindangen menyebut mahasiswa kehilangan empat ruang kuliah serta tiga ruang studio milik Arsitek, kemudian Elektro kehilangan lima ruang kuliah dan dua laboratorium dengan total 14 ruangan bersama ruangan Himaju. Kemudian untuk sepeda motor tercatat 18 unit yang terbakar.

Meski libur, Jumat itu beberapa mahasiswa datang untuk mengurus ujian skripsi. Mereka terpukul karena hasil penelitan meraka Tugas Akhir (TA) ikut terbakar di dalam laboratorium.

Olivia Sinaulan, mahasiswi semester akhir Jurusan Elektro berharap ada keringanan dari para dosen, mengingat hasil TA ikut terbakar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved