Bencana di Sulut
BNPB: Pemerintah tak Tanggung Semua
BNPB menyampaikan sedikitnya Rp 1,5 triliun perhitungan nilai kerugian dan kerusakan banjir bandang di Kota Manado.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sedikitnya Rp 1,5 triliun perhitungan nilai kerugian dan kerusakan banjir bandang di Kota Manado.
Seusai rapat koordinasi BNPB dan pemerintah daerah di Kantor Gubernur, Kamis (6/3), Deputi Rehabilitasi Rekontruksi BNPB Wisnu Widjaja menyebut, total kerugian tersebut tak seluruhnya diganti oleh pemerintah pusat. Sifat bantuan juga bukan ganti rugi melainkan dana stimulan. Selain itu, dana bencana yang ada pada BNPB sebesar Rp 1,5 triliun tidak hanya dialokasikan ke Manado melainkan juga daerah-daerah lain yang terkena bencana.
"Komitmen kami men-support. Bantuan pemerintah bukan sifatnya ganti rugi tapi stimulan agar bangsa kita jadi tangguh. Konsentrasi awal ini perumahan jadi prioritas utama dan infrastruktur," kata dia kepada wartawan.
Berapa besar porsi dana untuk bencana di Sulut, Wisnu enggan membebernya. Namun ia menyebut, besaran dana bantuan akan disampaikan pekan depan. Dana tersebut untuk rehabilitasi 2.000 lebih rumah rusak dan pembangunan tempat tinggal baru bagi korban yang kehilangan rumah.
"Kita (pusat) akan menanggung rusak berat dan sedang, yang ringan ditanggulangi pemerintah kota/kabupaten," katanya
Ia menjelaskan, dana pembenahan infrastruktur akan menjadi tanggung jawab Kementerian PU. Adapun fasilitas publik seperti sekolah dan rumah ibadah akan menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.
Jika tak ada aral melintang, diperkirakan pembangunan akan dimulai dalam satu atau dua bulan ke depan, seusai total dana ditentukan dan administrasinya diurus.
Mekanismenya penggunaan dana pun tak lewat pemerintah daerah. Dana khusus untuk rehabilitasi rumah rusak disalurkan lewat rekening kelompok masyarakat.
"Jadi dananya dari Kementerian Keuangan ke bank rekening kelompok masyarakat. Disalurkan tiga tahap. Tujuannya, diharapkan ada rasa kepemilikan lebih tinggi," katanya.(ryo)