Tawuran Unsrat
Relfy Jatuh Pingsan
Kampus Unsrat membara pada Rabu 5 Maret 2014 menimbulkan korban tidak sedikit.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kampus Unsrat membara pada Rabu 5 Maret 2014 menimbulkan korban tidak sedikit. Selain kerugian material akibat tawuran seperti gedung perkuliahan dan belasan sepeda motor ludes dilalap api, belasan mahasiswa pun berjatuhan.
Sedikitnya 14 mahasiswa dilarikan ke RSUP Kandou Manado karena mengalami luka- luka. Luka paling parah berupa sayatan pisau di tangan sehingga mahasiswa tersebut harus mendapatkan beberapa jahitan. Sementara banyak yang terluka akibat terkena lemparan batu.
Refly Mamonto (20), satu di antara korban mengalami luka sayatan di tangan kiri tak jauh dari urat nadi. Refly mengaku jatuh pingsan setelah terkena sabetan benda tajam dan ketika sadar sudah berada di rumah sakit.
Korban lainnya Renaldo Alaraha (20). Saat kejadian ia sedang duduk di lobi FISIP Unsrat, tiba-tiba sebuah batu mengenai siku kirinya. Dalam kepanikan dia lari menuju ke kosnya lalu ke rumah sakit. Hal yang sama dialami Marselano Karundeng yang terkena hantaman batu saat berada di depan FISIP.
Berikut daftar nama korban tawuran yang menjalani perawatan di RSUP Kandou. Muhammad Akbar (Fatek) luka di kepala, Saiful Buamana (Fatek) luka di pelipis, Renaldo Alaraha a(FISIP) luka di tangan kiri, Teguh Kangiden (Fatek) luka di pipi, Beldi Tangkilisan (FISIP) luka di pipi.
Selanjutnya Refly Mamonto (FISIP) luka di tangan kiri, Rendy (FISIP) luka di dahi kanan, Kernel Ingamita (Fatek) luka di dahi, Frecol Wongkar 21 (Fakultas Hukum) luka di pelipis kanan, Firman Woley (Fatek) luka di dagu kanan, Gerry Purukan (Fatek) luka di dahi kiri, Jems Pakiding (Fatek) luka di pelipis kiri, John Umboh (Fatek) luka di wajah, Marselano Karundeng (Fatek) luka di kepala. Beberapa korban yang alami luka ringan hanya rawat jalan.
Terkait aksi tawuran di Unsrat. Ketua KNPI Manado Jefferson Petonengan mengharapkan para mahasiswa menahan diri dan tidak lagi menggelar aksi lanjutan karena hanya merugikan mereka sendiri. "Kami meminta adik-adik mahasiswa menghentikan aksi saling menyerang karena ada pihak-pihak yang diuntungkan lewat kerusuhan. Mahasiswa jangan jadi alat kepentingan pejabat kampus," kata Jefferson yang adalah alumni Fakultas Hukum Unsrat itu, Rabu (5/3) . (dik/dru)