Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana di Sulut

Data Bencana Manado Rawan Manipulasi, tak Kena Banjir Masuk Daftar

Data korban banjir bandang di Manado dicurigai tak sepenuhnya sesuai fakta.

Tayang:
Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Yudith Rondonuwu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Data korban banjir bandang di Manado dicurigai tak sepenuhnya sesuai fakta. Pasalnya, ada warga yang tidak menjadi korban banjir masuk daftar calon penerima bantuan.

Tak hanya itu, informasi yang diperoleh Tribun Manado, Rabu (26/2/2014), ada rumah rusak ringan yang masuk dalam kategori rusak parah. Ada juga rumah yang terkena banjir hanya sampai mata kaki tapi terdata dalam rumah rusak parah. Yang patut dipertanyakan pula, ada sederet nama dalam daftar korban banjir yang sudah masuk ke Pemko Manado bukan korban banjir.

"Ada saudara saya di Winangun dan Malalayang. Memang rumahnya nonpermanen dan dapat info pendataan korban banjir untuk mendapat bantuan rumah atau uang tunai Rp 50 juta per keluarga. Jadi ada yang disisipkan," kata sumber Tribun Manado.

Ia menyebut, ada seorang oknum pegawai Pemko Manado yang menuliskan nama keluarga ini sebagai korban banjir di daerah Karombasan atau daerah banjir lainnya yang memiliki banyak korban. Modusnya, nama keluarga tersebut dibuat seolah-olah tinggal di satu rumah dengan dua anggota kepala keluarga supaya terkesan sebagai korban banjir.

"Intinya ada nama-nama yang disisipkan. Mereka bukan korban banjir, hanya tergiur dengan janji mau dapat rumah atau uang tunai. Kemudian mereka punya perjanjian dengan oknum pemerintah yang kasih lolos supaya dapat komisi kalau mereka terima bantuan nanti," terang dia.

Kabar manipulasi data tersebut langsung dibantah pihak Pemko Manado. Wali Kota Manado GSV Lumentut melalui Kabag Humas Pemko Manado Novly Siwi menuturkan, data bencana sudah rampung dan sudah dipresentasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak Pemko Manado. Data-data tersebut sudah dilengkapi dengan nama, foto, alamat, dan koordinat yang merupakan prasyarat yang diberikan oleh BNPB untuk mengetahui kerusakan dampak bencana agar bisa mendapatkan bantuan.

"Jadi agak sulit kalau ada oknum pala (kepala lingkungan) yang mencoba memanipulasi data (korban bencana yang akan menerima bantuan)," ujar Siwi.

Namun demikian, Siwi mengatakan, pihaknya sangat terbuka terhadap laporan masyarakat jika memang ada warga yang tidak layak terima bantuan tapi termasuk dalam daftar penerima bantuan. Itulah fungsi kontrol masyarakat yang sangat diharapkan Pemko Manado demi kebaikan bersama. "Terima kasih atas informasinya. Kalau ada informasi seperti itu akan kami tinjau lagi," katanya.

Ditegaskan Siwi, data korban bencana sudah masuk ke BNPB. Data itu menjadi acuan siapa nantinya yang namanya terdaftar dan akan menerima bantuan. "Total rumah yang mengalami kerusakan pasca bencana 10.213. Sudah termasuk berat, sedang, dan ringan. Kami sudah rilis berita itu dari dua hari lalu," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved