Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Dunia Brasil 2014

Pendukung Brasil Sudah Akrab dengan Kekerasan

Dalam tayangan televisi terlihat penggemar kedua klub saling serang, dan menyorot seorang penggemar berlumuran darah yang tanpa

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID- Brasil terkenal sangat menyukai sepak bola, namun kadang-kadang fanatisme pendukungnya mengakibatkan kekerasan seperti yang terjadi baru-baru ini dimana sejumlah fans menyerang pemain.

Pada Desember lalu terjadi salah satu insiden terburuk hooligan ketika penggemar Atletico Paraense bentrok dengan para pendukung klub Vasco da Gama, lapor AFP.

Dalam tayangan televisi terlihat penggemar kedua klub saling serang, dan menyorot seorang penggemar berlumuran darah yang tanpa ampun ditendang bagian tubuh dan kepalanya.

Kekerasan pada Desember tersebut sangat mengejutkan, terlebih terjadi enam bulan sebelum Piala Dunia Brasil digelar.

Presiden Dilma Rousseff bereaksi tegas atas peristiwa tersebut dan menekankan bahwa perilaku itu tidak dapat ditolerir.

Namun, akhir pekan lalu, sebuah surat kabar memuat berita tentang puluhan pendukung Corinthians yang menyerbu komplek latihan klub dan menyerang pemain.

Mereka mengancam akan mematahkan kaki, setidaknya dua pemain, dan mencekik leher penyerang Peru Paolo Guerrero.

Mantan penyerang AC Milan Alexandre Pato, yang menjadi salah satu target dari penyerangan tersebut, dengan segera meninggalkan klub bersama Jadson yang melarikan diri ke arah lain.

Kekerasan dalam sepak bola dilaporkan menewaskan 30 orang tahun lalu di negara raksasa tersebut.

"Pertempuran merupakan konsekuensi, karena kami membela warna kami," kata salah seorang penggemar Corinthians Alan Mateos (25).

Mateos adalah anggota veteran dari klub "Gavioes da Fiel" (elang yang setia), kelompok pendukung yang jumlahnya lebih dari 100.000, salah satu organisasi penggemar terbesar di Brasil.

Alan mudah dikenali dengan dada telanjang dan tubuh ditutupi tato bertuliskan slogan-slogan dan lambang klub.

Di bangku penonton mereka mengintimidasi, dengan memukul-mukul drum dan nyanyian yang menghina tim lawan.

"Membela Corinthians adalah hasrat kami. Kami selalu ada, di setiap pertandingan," kata Gavioes Ketua Wagner da Costa.

Ketika ditanya apakah dia mengharapkan terjadi kekerasan para pendukung selama piala dunia, dia mengatakan dengan tegas "Kami Corinthians sebelum Brazilians".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved