Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana di Sulut

Air Berlumpur Setinggi 40 Cm Hiasi Perempatan Hotel Plaza Manado

Sudah lebih tiga minggu pascabanjir bandang di Kota Manado namun sampah dan ada juga lumpur masih menghiasi.

Tayang:
Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Yudith Rondonuwu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sudah lebih tiga minggu pascabanjir bandang di Kota Manado namun sampah dan ada juga lumpur masih menghiasi sejumlah titik di Pusat Kota, Kamis (6/2/2014). Sampah terbanyak ada di kawasan pusat kota dan pusat perbelanjaan yaitu sekitar Pasar 45 Manado.

Pantauan Tribun Manado, kondisi terparah ada di Perempatan Hotel Plaza Manado. Kendati sudah panas beberapa hari namun air lumpur masih setinggi 40 cm hiasi tengah jalan. Rupanya hal ini disebabkan posisi kawasan tersebut berbentuk seperti piring.

Demikian diungkapkan Veno seorang warga setempat. "Semua air mandi, air cuci, air comberan tidak mengalir ke muara sungai karena selokan tidak jalan jadi air-air limbah menumpuk di sini. Makanya walaupun panas di sini tetap ada air lumpur karena air tidak akan kemana-mana. Apalagi hujan? Air akan cepat naik dan jadi banjir. Kami hanya bisa berharap pemerintah cepat mengeruk got di sini dan menata posisi trotoar," ungkapnya.

Dikatakannya jika pekan lalu Wali Kota GSV Lumentut dan Camat Wenang sudah pernah melihat kondisi ini tapi hanya melintas tanpa ada solusi jangka panjang. "Sudah datang lihat sampah-sampah memang sudah diangkat. Sangat mendesak untuk keruk selokan tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Di sini kan pusat perdagangan juga harusnya ada tindakan cepat karena jorok memang di sini akibat selokan mampet. Tapi yah.. Entahlah," kata dia.

Sebelumnya Maurits Pangemanan warga lainnya di kawasan itu, menuturkan, rasa keprihatinan di Lorong Lililoyor yang berada di depan Hotel Plaza karena air tergenang masih mengepung rumah mereka. "Rumah belum bisa dibersihkan karena tidak ada guna jika hujan atau ada air cucian masuk lagi ke rumah-rumah warga di sini. Berharap pemerintah ada tindakan khusus di daerah ini," ujarnya.

Camat Wenang Donald Sambuaga menuturkan mereka kekurangan tenaga teknis untuk mengeruk selokan. "Masih tunggu tenaga dan anggaran dari PU (dinas pekerjaan umum) baru bisa bersihkan di situ," katanya saat dikonfirmasi Tribun Manado. Sampai kapan? Semoga tidak terlambat karena air lumpur dan air comberan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved