Bencana di Sulut
31 Orang Dinyatakan Hilang di Sitaro
Pencarian terhadap korban banjir bandang di perairan Desa Nameng, masih belanjut.
Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Pencarian terhadap korban banjir bandang di perairan Desa Nameng, masih belanjut. Namun jika sebelumnya terdata oleh pihak Polres Sangihe dan Pemkab Sitaro sebanyak 26 yang hilang, kini bertambah menjadi 32 orang. Sedangkan yang tewas akibat bencana tersebut ternyata sudah 3 orang.
"Tadi satu baru ditemukan atas nama Adunikam Sidangoli jam tiga sore tadi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sitaro yang juga merupakan asiten dua Pemkab, Herry Lano SE MM ketika dihubungi Tribun Manado, Senin (27/1). Sebelumnya, katanya, ada dua ditemukan tewas. Keduanya ditemukan pada Sabtu pasca kejadian. Sedangkan korban tewas lainnya ditemukan ketika Tim terpadu masing-masing Polres Sangihe, TNI, Basarnas dan Pemkab Sitaro, melakukan pencarian.
Dirinya mengungkapkan, ketika itu tim terpadu akan menarik sebuah pohon yang tumbang. Saat pohon tersebut bergeser, jenazah dari A Sidangoli pun muncul. Dikatakannya, tertambahnya korban karena informasi masih simpang siur. Mereka pun mencari informasi ke warga dan ternyata terungkap sementara ada 41 orang yang menjadi penumpang dari dua kapal tersebut.
Sementara itu, untuk warga yang selamat dan mengalami luka sampai saat ini berjumlah tujuh orang. Lima diantaranya mengalami luka patah tulang dan dirujuk ke RSUP Prof Kandou Malalayang sedangkan sisanya berada di desa Nameng.
Pencarian korban pun sangat sulit dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. "Karena ombaknya masih kuat," ungkapnya. Sementara itu Kapolres Sangihe, AKBP Sumitro saat dihubungi mengatakan tim terpadu sudah melakukan pencarian sejak pukul 07.00 Wita. Tim terpadu dengan dibandtu masyarakat akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian.
Tim terpadu akan melakukan upaya pencarian korban selama satu minggu. "Karena sesuai SOP hanya satu minggu," ucapnya. Namun demikian, tim terpadu masih menunggu beberapa hari kedepan karena menurutnya biasanya jika ada korban tenggelam, selama tiga atau empat hari mayatnya terapung.
"Ini sudah hari ketiga. Kami masih melihat situasi. Kalu belum ditemukan kemungkinan tertimbun material. Lokasinya setelah dihitung kedalaman air 12 meter," tambahnya. Dirinya juga menyatakan hal yang sama dengan Asisten Dua Pemkab Sitaro bahwa proses pencarian memang sangat sulit disebabkan cuaca. "Kami sudah dibantu Basarnas. Semoga semua korban bisa ditemukan," tandasnya. (kev)
KORBAN YANG LUKA-LUKA 7 ORG , 5 Diantaranya di evakuasi ke RS Di Manado : An.1. Sunce mugawe, 2. regina sidangoli,3. respin muliku, 4. panteksen mutahang,5. Julita mutahang, 6. steven mananohas, 7. Wilson Kendung