Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nilai Tukar Rupiah

Difi: Presiden SBY Turun, Rupiah Akan Menguat

Bank Indonesia (BI) memprediksi mata uang rupiah akan menguat terhadap dollar AS tahun depan saat pemilu nanti.

Editor: Aswin_Lumintang
zoom-inlihat foto Difi: Presiden SBY Turun, Rupiah Akan Menguat
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Seorang petugas menata uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang sudah dikemas dalam kantung plastik masing-masing Rp 1 miliar yang akan dikirimkan ke sejumlah bank di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (3/9/2013). Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan kembali suku bunga dengan acuan BI rate ke level 7 persen dari sebelumnya di angka 6,5 persen, menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNMANADO.CO.ID, BANDUNG - Bank Indonesia (BI) memprediksi mata uang rupiah akan menguat terhadap dollar AS tahun depan saat pemilu nanti. Hal itu disebabkan dengan adanya pergantian pemimpin negara yang baru, membuat sentimen positif di dalam kurs mata uang.

"Kalau sudah ada kepala negara baru maka rupiah kita mengalami perbaikan dengan baik," ujar Direktur Eksekutif Department Komunikasi BI, Difi Johansyah dalam pelatihan ekonomi dan perbankan Sabtu (7/12).

Difi menjelaskan penguatan rupiah tersebut sudah menjadi tren dari nilai tukar rupiah setiap tahun politik diadakan. Hal itu juga disusul pertumbuhan ekonomi yang meningkat di tahun pemilu mendatang.

"Setiap menjelang pemilu atau setelah pemilihan umum (Pemilu), maka nilai tukar kita akan menguat," jelas Difi Johansyah

Dengan kondisi memanas di tahun politik, nilai tukar rupiah akan kembali stabil di tengah dampak ekonomi nasional yang kini tengah bergejolak. Namun pihak BI akan terus memantau pasar melihat perkembangan trend setelah pemilu selesai.

Menurut BI, potensi rupiah melemah bisa terjadi kembali di tahun politik. Hal ini dilihat dari faktor Internal dan eksternal.(kontan)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved