Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hotel Shangrila Manado Digrebek, Dugaan Trafficking Terungkap

Sekitar pukul 23.30 Wita, tim gabungan mulai bergerak menyisir lorong-lorong di Kota Manado.

Tayang:
Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pelaksanaan razia guna mengantipasi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Manado, masih terus berlangsung. Jumat (15/11/2013) hingga Sabtu (16/11/2013) dini hari, tim gabungan kembali beraksi. Alhasil, satu hotel yang terletak di Jalan Hasanudin akhirnya digrebek petugas. Dugaan modus trafficking pun terbongkar, saat  beberapa anak di bawah umur ikut terjaring.

Sekitar pukul 23.30 Wita, tim gabungan mulai bergerak menyisir lorong-lorong di Kota Manado. Begitu melintasi jalan Hasanudin, tepatnya di depan Hotel Shangrila. Rombongan tim kemudian dicegat oleh rombongan si A alias Anggrek. Mereka lalu melaporkan bahwa satu diantara temannya yakni M alias Mawar, telah disekap di dalam hotel.

Mendengar pengakuan mereka, tim kemudian langsung masuk ke hotel itu. Di situ resepsionis mencoba menutup-nutupi. "Tidak ada pak. Sumpah tidak ada," kata seorang wanita yang merupakan resepsionis di hotel itu.

Petugas pun tak percaya dengan pengakuan wanita itu. Mereka pun kemudian memeriksa tiap-tiap ruangan hingga masuk dalam satu ruangan yang gelap dan kumuh. Polisi dan anggota Sat Pol PP yang dipimpin AKBP Ginting dari satuan Narkoba.

Disitu mereka dengan alat penerang berupa senter menemukan 1,5 liter botol cap tikus di botol Aqua. Sementara melakukan penggerebekan, sebagain petugas lainnya pun meminta menunjukan berkas-berkas perizinan namun sayangnya resepsionis tersebut tak bisa menunjukannya.

Petugas lainnya menyisir seluruh ruangan, keenam ABG termasuk Mawar berhasil ditemukan petugas. Bukan hanya itu saja, beberapa pengunjung juga ikut terjaring karena tertangkap basah sedang Miras.

Barang bukti berupa botol minuman kasegaran, bir hitam, dan juga kondom langsung diamankan. Saat tiba di Polda Sulut, petugas langsung melakukan test urine terhadap para ABG tersebut. Menurut Wadir Narkoba Polda Sulut AKBP Pitra Ratulangi, tindakan itu ditempuh sebab tersinyalir kuatnya adanya modus trafickking.

“Kami lakukan test urine, karena dari laporan di lapangan ini modusnya mengarah pada trafficking, kita takut jangan-jangan minuman mereka telah dicampuri zat-zat tertentu, lalu mereka kemudian dipakai dan di jual oleh om-om. Untung saja hasilnya negatif,” terang Pitra.

Dugaan modus trafficking menjadi kuat, ketika Anggrek memberikan keterangan bahwa di hotel itu ada dua pria dewasa yang tidak kenal bersama-sama dengan mereka. Sayangnya, saat tim tiba di lokasi kedua pria tersebut telah lebih dulu kabur dengan mengenakan mobil Avanza biru dengan nomor polisi DB 47** K. "Ada dua laki-laki. Mereka baru jalan kalau cepat tadi pasti ketemu," ucapnya.

Selain penggrebekan di hotel, tim juga berhasil menjaring 12 orang miras dan mabuk, yang terjaring di luar hotel. Sementara yang terjaring di dalam hotel ada 10 orang. Diantaranya, 3 orang dewasa tengah miras di dalam kamar, 2 pasangan ABG tanpa identitas, serta 5 ABG yang diduga korban modus trafficking.

Kepada Tribun Manado, Pitra yang juga merupakan pimpinan operasi kembali mengimbau kepada orangtua agar dapat mengawasi anak-anak mereka. “Para orangua kita harapkan untuk dapat lebih mengawasi anak-anak mereka, karena sekarang ini banyak kasus-kasus kenakalan remaja terjadi salah satunya diakibatkan kurangnya peran pengawasan orangtua terhadap anaknya,” pungkas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved