Pesta Seni Remaja GMIM
Eben Haezar Bumber Cari Dana dengan Mengamen
Bangkit dari kegagalan, kalimat inilah yang patut dialamatkan pada tim Paduan Suara Remaja Jemaat GMIM Eben Haezar Bumi Beringin.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
BANGKIT dari kegagalan, kalimat inilah yang patut dialamatkan pada tim Paduan Suara Remaja Jemaat GMIM Eben Haezar Bumi Beringin (Bumber) wilayah Teling Manado yang sukses menjadi jawara penyisihan Mixed Youth Choir (MYC) Seri B dan peraih poin tertinggi pada babak final MYC.
Dari kesaksian yang disampaikan oleh Ketua Komisi Remajanya Pnt Julita Mamangkey-Pusung, Paduan Suara Remaja Jemaat GMIM Eben Haezar Bumber di bawah naungan sanggar remaja dalam keikutsertaannya pada ajang PSR sudah yang ketiga kalinya.
"Tahun ketiga ini baru kami berhasil dan lolos ke seri A mengingat dua tahun sebelumnya hanya promosi ke seri B dan masuk babak final," tutur Mamangkey didampingi Ketua Sanggar Remaja Gerry Missa saat diwawancarai Tribun Manado di halaman gedung GMIM Eben Haezar Bumber.
Lanjut wanita yang bekerja di KPU Kota Tomohon ini, 33 personel paduan suara Eben Haezar Bumber di bawah asuhan pelatih Jeifer Rompas (rangkap dirigen) dan Adelina Bataria membawakan dua lagu berturut-turut, yakni lagu wajib Hymne Remaja GMIM dan lagu pilihan When you Believe. "Dalam penentuan dan pemilihan lagu bebas, langsung dari ketua sanggar remaja yakni Gerry Missa karena lagu itu memiliki story," tambahnya.
Apa story-nya? Menurut Gerry Missa, judul lagu tersebut sudah sangat cocok dengan suara anak-anak remaja GMIM Eben Haezar Bumber, setelah sebelumnya sempat dinyanyikan Pemuda Eben Haezar Bumber. "Selain itu, lagu ini untuk menembak pacar saya yang saat ini merupakan satu di antara pelatih tim paduan suara remaja," kata Gerry tersenyum.
Pria bertubuh besar ini mengaku sama sekali tidak menduga bisa menjadi juara. "Memang sempat ada tanda-tanda yang saya rasakan saat memperoleh nomor urut naik panggung urutan 11 pada penyisian dan babak final memperoleh nomor urut naik panggung 11," tandasnya.
Pnt Julia Mamangkey-Pusung selaku Ketua Komisi Remaja setempat mengutarakan, perjalanan keberhasilan tim paduan suara karena pesertanya secara rutin dan disiplin dalam latihan. "Dalam usia yang masih remaja, mereka pun sering bermain-main dalam latihan namun di tahun ketiga keikutsertaan dalam PSR Sinode GMIM mereka lebih fokus dan latihan betul-betul serta disipllin waktu," tambahnya.
Keikutsertaan tim paduan suara ini tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit dan harus diperoleh dalam waktu singkat tanpa mengurangi intensitas latihan. "Untuk memenuhi dana, kami cari sendiri melalui berbagai cara mulai dari partisipasi dan bantuan dari anggota jemaat, turun ke kolom-kolom saat pelaksanaan ibadah kolom dan membawakan pujian, hingga mencari dana dengan cara mengamen di rumah-rumah makan yang ada selama dua minggu serta membuat manisan buah untuk dijual," tandasnya.
Terpisah Jeifer Rompas satu di antara pelatih tim Paduan Suara Remaja Jemaat GMIM Eben Haezar Bumber mengatakan, kesuksesan yang dicapai anak didiknya bersama Adelina Bataria tak lepas dari porsi latihan yang mereka berikan. "Persiapan kami untuk mengikuti PSR tahun 2013 selama 4 bulan, latihan seminggu tiga kali Senin, Rabu dan Jumat. Seminggu jelang kegiatan, porsi latihan kami tambah menjadi seminggu empat kali sampai hari Sabtu mulai pukul 5 sore hingga dua jam kemudian," kata Rompas.
Sebagai tim pelatih, pihaknya sangat tegas dengan disiplin waktu latihan yang harus diikuti oleh para peserta paduan suara, semisal kalau tidak mau ikut akan ditanyakan secara perorangan. "Kalau memang tidak bersedia latihan, tidak bisa ikut. Kalau mau lanjut, harus disiplin waktu latihan," tegas alumni Universitas Klabat Airmadidi ini.
Sebagai pelatih tentunya tidak setiap hari melalui proses latihan kepada peserta paduan suara dengan baik, selama empat bulan persiapan pihaknya sempat menghadapi kesulitan saat anggota tim tidak lengkap kehadirannya dalam latihan. "Ada beberapa kali latihan mereka tidak terkumpul semua. Pengurus sanggar dan pembina remaja datang jemput di rumah masing-masing. Cara itu sangat efektif karena langsung berhadapan dengan orang tua untuk memberitahu kalau ada waktu latihan," ucapnya.
Rompas menambahkan, dalam metode latihan kepada tim paduan suara yang masih remaja agak sulit karena banyak di antara mereka sebelum memulai latihan memilih bercerita satu dengan lainnya. "Sehingga kami sebagai pelatih ada kiat khusus melalui pendekatan latihan karena mereka cepat jenuh untuk latihan sehingga diperlukan teknik latihan yang baik mulai dari pemanasan, lebih memberikan mereka variasi lagu lain agar mereka tidak jenuh," tukasnya.