Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak
Inilah 16 Lembaga Negara Yang Habiskan Dana Utang Indonesia
Utang luar negeri membengkak Rp 2,036 triliun, ternyata tidak bisa menyejahterakan rakyat
Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Ucok sky Khadafi, membeberkan 16 Kementerian, BUMN, dan Lembaga Negara yang selama ini paling banyak menghabiskan utang luar negeri.
Menurut Uchok, per bulan Mei 2013, Kementerian Keuangan mencatat bahwa utang luar negeri Indonesia sudah mencapai Rp 2.036 triliun.
Adapun 16 Kementerian/BUMN/Lembaga Negara yang terbanyak menghabiskan utang luar negeri berdasarkan data Fitra adalah sebagai berikut :
1. Kementerian Keuangan menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 871,1 juta atau setara sebesar Rp 8,3 triliun
2.Kementerian Negara PPN/BAPPENAS menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 302 juta atau Rp 2,8 triliun
3. Kementerian Pertahanan menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 227,1 Juta atau setara sebesar Rp 2,1 triliun
4. Kementerian Pekerjaan Umum menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 165,5 juta atau setara sebesar Rp 1,5 triliun
5. PT PLN menghabiskan utang Luar negeri sebesar US$ 59 juta atau setara Rp 567,2 miliar
6. Kementerian Perhubungan menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 45,6 juta atau setara Rp 438,6 miliar
7. Kementerian Dalam Negeri menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 21,2 juta atau setara Rp 204,1 miliar
8. Kementerian pendidikan dan Kebudayaan menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 8,9 juga atau setara dengan Rp 86,1 miliar
9. Kementerian Kesehatan menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 8,4 juta atau setara dengan Rp 81,1 miliar
10. Badan Meterologi dan Geofisika menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 7,6 juta atau setara Rp 72,9 milyar
11. Badan Koodinasi Survay dan pemetaan Nasional menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 1,6 juta atau setara Rp 15,7 miliar
12. Kementerian Komunikasi dan Informatika menghabiskan utang laur negeri sebesar US$ 984,4 ribu atau setara Rp 9,4 miliar
13. Kementerian pertanian menghabiskan utang luar negeri sebesar US$ 912,8 ribu atau setara Rp 8,7 miliar