Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Konfederasi 2013

Meksiko, Dongeng Pinokio dan Gepeto

Gepeto mendamba punya anak karena ia mendengar suara gaduh dari sekelompok anak dalam perjalanan pulang dari sekolah

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dongeng pengantar tidur bagi bocah yang suka mendamba bunga-bunga mimpi, salah satunya kisah ayah baik hati bernama Gepeto yang tidak alpa dengan tugasnya memberi berbagai aksesoris bagi sang buah hati Pinokio.

Gepeto mendamba punya anak karena ia mendengar suara gaduh dari sekelompok anak dalam perjalanan pulang dari sekolah. Ia  menyaksikan mereka tertawa dan berteriak-teriak sambil mengayunkan bukunya masing-masing. Ia kemudian mendesah, "Betapa inginnya aku punya anak sendiri."

Keinginan pantang menyerah dibarengi bisikan hati untuk mendandani Pinokio dalam nukilan dongeng klasik garapan Walt Disney bertajuk Hadiah dari Gepeto itu merujuk kepada tingkah laku pamungkas, bahwa Gepeto membuatkan gaun biru kecil untuk boneka kecil itu, kemudian ia menambahkan bibir merah yang siap tersenyum.

Apa yang diniatkan, apa yang dilakukan, bahkan apa yang dibisikkan oleh Gepeto juga diamini oleh skuad Meksiko menghadapi Piala Konfederasi 2013.

Meksiko terpuruk di Pra-Piala Dunia 2014 zona Concacaf, bahkan sempat terseok-seok. Dalam liga laga yang dilakoni, El Tri hanya memetik tujuh poin.

Sementara, Gepeto mengambil botol cat hijaunya kemudian melukis dua mata hijau besar pada wajah kayu itu. Meksiko bergulat dukacita kekalahan, sementara Gepeto bermandi sukacita bahwa boneka ciptaannya kelak menjadi sahabat anak-anak.

Di satu sisi, kekecewaan akan penampilan skuad Meksiko yang tampil sebagai pasukan semenjana disebut-sebut karena satu alasan: kurang greget, kurang punya bara semangat, bahkan kurang ofensif.

Di lain sisi, Gepeto secara ofensif mengecat rambut dan membuatkan gaun biru untuk sang boneka yang kelak bernama Pinokio.

Meksiko kurang punya modal menuju Piala Konfederasi. Dari empat laga di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Concacaf, mereka hanya menggondol sekali kemenangan dan sisanya berujung imbang.

Meksiko tidak akan tampil dengan amunisi penuh. Dua striker mereka, Carlos Vela dan Ortibe Peralta absen karena terhadang cedera. Absennya dua bomber ini jelas-jelas menggangu daya gedor lini depan Meksiko.

Ada pernyataan menarik dan mengusik dari pelatih Italia, Cesar Prandelli soal Meksiko. "Kompetisi ini akan meningkatkan semangat tim. Ini juga menjadi ajang bagi kami melihat gambaran tim nasional kami di masa depan. Dan kami akan melawan Meksiko."

"Meksiko tampil sebagai tim yang mengombinasikan antara kekuatan, kecepatan, dan ketangguhan. Meksiko sangat memperhatikan aspek kelebihan seperti ini. Sebagai tim, mereka berkualitas, utamanya dalam mengembangkan serangan," kata Prandelli.

Skuad El Tari memainkan pola 4-4-2, meski kerapkali mengadopsi formasi 4-2-3-1. Mantan pemain Tottenham Giovani Dos Santos berperan sebagai kunci kreatif serangan dengan didukung Javier Hernandez sebagai pengumpan dan pencetak gol.

Meksiko mengandalkan operan-operan pendek. Mereka dengan sabar membangun kerjasama antar lini yang padu. Duet bek tengah Francisco Rodriguez dan Hector Moreno mengancam lini pertahanan lawan, sementara pemain FC Porto Diego Reyes bukan tidak mungkin menjadi pemain bintang di masa depan.

Ini kali kelima Meksiko ikut serta ajang Piala Konfederasi. Mereka mengemas gelar pada 1999 dengan mengalahkan Brazil 4-3, Mereka juga mampu mengalahkan Brazil di babak grup pada 2005. Di semifinal, Meksiko akhirnya dikalahkan Argentina.

Sosok andalan skuad Meksiko: Corona, Dos Santos, Javier Hernandez

Sumber:
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved