Pemilukada Sitaro
Hari ini Pleno KPU, Polisi Turunkan Kekuatan Penuh
Sudah seminggu ini pagar kawat berduri membentengi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU -Sudah seminggu ini pagar kawat berduri membentengi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Pemandangan itu terlihat gentingnya, sampai-sampai perempatan jalan di samping ditutup dari dua arah oleh pagar kawat berduri itu.
Tak hanya pagar kawat berduri, satu unit mobil watter canon penih berisi air tak sehari pun bergeser di samping Kantor KPU. Terpantau juga oleh Tribun, sejumlah personel menenteng senjata pelontar gas air mata.
Rabu (12/6) hari ini, KPU menjadwalkan, menggelar pleno menentukan pemenang Pilkada Sitaro, apa pasangan Toni Supit-Siska Salindeho (TonSu Bersih) atau Winsulangi Salindeho-Piet Hein Kuera (Salera).
Wakil Kepala Polres Sangihe Iwan Permadi mengungkapkan, Polisi akan turun dengan kekuatan penuh, ditambah TNI, total ada 523 personel untuk mengamankan Pleno KPU. "Kita turun dengan kekuatan penuh, polisi tak akan lengah dan serius menanggapi ancaman, kita selama ini terus mengupayakan cara persuasif, namun bila diperlukan nanti tak segan kita tindak represif," ujar Wakapolres Sangihe Iwan Permadi mewakili Kapolres AKBP Sumitro kepada Tribun Manado, saat memantau pendistribusian kotak suara, Selasa (11/6).
Tak hanya Kantor KPU, kata Kompol Permadi, objek vital Sitaro di antaranya kantor Bupati, Kantor DPRD rumah dinas/pribadi pasangan calon, dan lokasi pertokoaan pun tak lepas dari pengawasan aparat "Kita juga tempatkan personel di lokasi objek vital," kata dia.
Sejak awal Pilkada Sitaro diprediksi rawan, hanya ada dua pasangan calon bertarung. Kepolisian dan TNI serta pasangan calon pun membuat kesepakatan dengan nota kesepahaman tak ada arak-arak dan konvoi kendaraan dari massa pasangan calon, hal itu pun disepakati untuk terlaksananya Pilkada damai.
Sesuai komitmen awal, Kompol Permadi mengungkapkan, saat pengumuman pleno KPU nanti, tak ada arak-arakan dan konvoi kendaraan, tak ditolelir juga penggunaan menyetel musik keras-keras
"Sesuai komitmen awal, tak ada arak-arakan, atau perayaan berlebih. Untuk konvoi-konvoi liar Polisi akan tertibkan," katanya lagi.
Wakapolres mengatakan, dari informasi yang dia peroleh massa pasangan calon hanya akan ibadah bersama.
Sejauh ini aparat dapat meredam potensi ricuh, sedari awal sangat diwaspadai arak-arakan kendaraan. Menyikapi ini Polisi kerap menggunakan cara represif, sampai-sampai saat usai pemungutan suara pekan lalu, aparat terpaksa membuang tembakan peringatan untuk membubarkan konvoi. Terbukti cara itu efektif, sehari sesudahnya tak ada lagi konvoi.
Begitu pun penertiban masyarakat yang menyetel musik keras-keras, menurut Permadi, polisi bahkan menegur keras pemilik rumah agar menyimpan kembali sound sistemnya suaranya "Kami dapati, terpaksa disuruh disimpan, karena didapati hal-hal semacam itu yang justru memicu provokasi," kata dia.
Kompol Iwan Permadi mencontohkan, Polisi sempat menjaring beberapa remaja yang terlibat pengeroyokan. Pemicu awalnya karena asyik joget dengan pengeras suara.
"Kami hanya mengimbau massa pendukung pasangan calon tak melakukan perayaan kemenangan berlebih, kita ikut saja komitmen awal yang disepakati bersama," sebutnya.
Sebar Undangan