Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana di Manado dan Sekitarnya

Warga Menangis, Banjir Desa Sarawet Terparah 10 Tahun Terakhir

Sejumlah warga bahkan harus menangis karena banyak barang berharga yang terendam banjir.

Editor:
zoom-inlihat foto Warga Menangis, Banjir Desa Sarawet Terparah 10 Tahun Terakhir
IST
Banjir di Desa Sarawet mulai menyusut.
Laporan wartawan Tribun Manado Yudith Rondonuwu.

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Desa Sarawet di Kecamatan Likupang Timur terendam banjir, Minggu (17/2/2013). Banjir melanda perkampungan Sarawet dan Kuala Batu yaitu di Jaga 1, jaga 2, jaga 3 dan jaga 4.

Sejumlah warga bahkan harus menangis karena banyak barang berharga yang terendam banjir. Selain alat-alat elektronik, pakaian dan alat-alat rumah tangga ada yang hanyut terbawa arus banjir.

"Banjir terparah di Desa Kuala Batu karena disitu ada sungai besar. Puluhan rumah disepanjang sungai itu masuk air kira-kira 2-3 meter," ujar Galatia Rawung warga setempat.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Sarawet Arnold Makarau mengatakan banjir kali ini tidak ada korban jiwa hanya saja banyak kerugian materi.
"Ini mungkin banjir terparah selama 10 tahun terakhir ini," katanya.

Pihaknya langsung tanggap yaitu mengevakuasi para korban ke tempat yang aman karena arus sungai masih mengancam. "Terpenting keselamatan nyawa para penduduk. Jadi kami evakuasi para korban ke tempat aman. Barang-barang penting kami imbau diselamatkan dengan memperhatikan keselamatan," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved