Pendidikan

Umboh: Dosen Marsaille Minta Macam-macam

Program kerjasama pendidikan pasca sarjana Competitive Intelligence (CI)


TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Program
kerjasama pendidikan pasca sarjana Competitive Intelligence (CI) Universitas Negeri Manado (Unima) telah berakhir sejak tahun ajaran 2009/2010.

Mantan Ketua Bagian Kerjasama Luar Negeri Unima, Prof Dr Irene Umboh saat diwawancarai Tribun Manado, Rabu (16/1) menjelaskan pelaksanaan program yang bekerjasama dengan Universitas Marsaille Prancis ini digagas oleh mantan Gubernur Sulut, AJ Sondakh dan Rektor Unima saat ini, Prof Dr Ph EA Tuerah MSi DEA. Program ini dimulai sejak tahun 2002.

Dirinya menjelaskan, kerjasama ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Unima dan Universitas Marsaille. Menurutnya, pada tahun pertama ada sekitar 20 mahasiswa yang mendaftar. Mahasiswa menerima materi dari dosen yang dari Prancis dan dosen dari Unima.

Saat ditanya kenapa program tersebut tidak lagi dilanjutnya, Umboh yang pensiun sejak tahun lalu ini mengakui ada masalah yang muncul dalam kerjasama tersebut. Dirinya menjelaskan, ada dua penyebab utama program kerjasama itu tidak lagi dilanjutnya.

Masalah pertama adalah mahasiswa yang masuk dalam program tersebut ternyata hanya mendaftarkan diri di Universitas Marsaille. Menurutnya, semua mahasiswa yang masuk dalam program tersebut harus juga mendaftar di Unima. Hal ini dilakukan karena walau ijazah yang akan didapat berasal dari Universitas Marsaille, namun kegiatan perkuliahan dilakukan di Unima.

"Setelah kami periksa, ternyata mahasiswa hanya mendaftarkan diri di Universitas Marsaille. Padahal pada angkatan sebelumnya, semua mahasiswa mendaftar pada dua pihak. Entah kenapa mahasiswa terakhir itu hanya mau mmendaftarkan diri di Universitas Marsaille," ujarnya.

Masalah kedua adalah pengajar dari Prancis mulai menuntut hal yang aneh-aneh. Menurutnya, sejak awal program kerjasama itu, pengajar dari Prancis yang akan datang ke Unima hanya dibiayai transport dan akomodasi. Namun belakangan para pengajar ini mulai menuntut agar mereka juga mendapat bayaran per jam saat mengajar.

"Mereka mulai minta yang aneh-aneh. Jelang akhir kerjasama itu, para pengajar minta agar mereka dibayar per jam saat mengajar. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah mereka minta seperti itu," ujarnya.

Umboh mengatakan, dalam perjanjian kerjasama tidak diatur kalau pengajar dari Prancis harus mendapat bayaran per jam. Unima tidak mau melakukan hal diluar kesepakatan yang telah ditandatangani.

Akumulasi dari dua masalah ini yang menyebabkan kerjasama itu terhenti namun masih ada mahasiswa yang masih terdaftar.

Saat ditanya kenapa masih ada proses belajar mengajar walau kerjasama telah berakhir, Umboh mengatakan hal tersebut dilakukan karena Unima masih berupaya menjalin kembali kerjasama dengan Universitas Marsaille. Menurutnya, sambil menunggu peluang dilakukan kembali kerjasama, mahasiswa yang terlanjur mendaftar tetap mengikuti perkuliahan.

"Pak Rektor (Tuerah) mencoba berbicara langsung dengan pimpinan di Universitas Marsaille pada November silam, namun tidak ada kata sepakat. Mahasiswa yang mendaftar masih tetap kami layani untuk perkuliahan dengan dosen dari Unima," ujarnya.

Profesor bidang biologi ini menjelaskan, karena merasa program kerjasama itu sulit untuk diwujudkan, Unima berupaya mengalihkan semua mahasiswa yang terlanjur mendaftar pada program pasca sarjana Unima. Namun masalah muncul karena semua mahasiswa ini tidak pernah mendaftar di Unima.

"Ini buntut dari tindakan mahasiswa yang tidak mendaftar di Unima. Kami mencoba mengalihkan mereka ke program pasca sarjana Unima, namun tidak mungkin dilakukan karena mereka tidak terdaftar di Unima. Bagaimana bisa kami melakukan ujian pada orang yang tidak terdaftar," ujarnya.

Umboh menjelaskan, cara agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi strata dua mereka adalah mendaftar di Unima. Menurutnya, perkuliahan telah dilakukan dan tinggal mengikuti ujian. Jika telah terdaftar maka masih ada jalan keluar yang bisa ditempuh. (luc)

Editor: Andrew_Pattymahu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved