Kepolisian
Dicky: 2013 Orang Mabuk Langsung ditahan
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigadir Polisi Dicky Atotoy mengakui program gerakan anti mabuk dengan slogan
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Kepala Kepolisian
Daerah (Kapolda) Sulut Brigadir Polisi Dicky Atotoy mengakui program gerakan
anti mabuk dengan slogan Brenti Jo Bagate belum maksimal. Hal ini sebagaimana
yang dia sampaikan usai menguki pelepasan bantuan ribuan ton beras ke Filipina
dari pemerintah RI di Pelabuhan Nusantara Bitung Jumat kemarin.
“Memang program
ini belum maksimal, program ini dilakukan secara bertahap dimana dari hasil evaluasi
angka kejahatan yang disebabkan oleh minuman keras (miras) terutama
penganiayaan pada tahun 2012 menurun,” kata Dicky. Dijelaskannya untuk
menunjang program gerakan anti miras dengan slogan Brenti Jo Bagate tahun 2013
ini pihaknya akan melakukan beberapa inovasi yang baru.
“Seperti patroli dan
rasia orang mabuk dimana inovasi ini akan lebih spesifik ke mereka yang mabuk.
Akan ada kendaraan untuk orang mabuk dimana ada kendaraan patroli yang memiliki
alat untuk cek orang mabuk dan jika kedapatan akan langsung ditahan,” tuturnya.
Program ini sendiri kata Dicky melibatkan satuan lalu lintas, Sabaram, Reserse
dan dinas Kesehatan yang akan mempersiapkan alat cek orang yang mabuk dalam
waktu dekat ini akan segera dilaksanakan. “Dalam oprasi tersebut orang yang
kedapatan mabuk akan langsung ditahan 1x24 jam di kantor polisi nanti kalau
sudah sadar baru dilepas,” tambahnya.
Oprasi
tersebut juga akan fokus pada
peredaran senjata tajam yang dengan mudahnya beredar dikalangan
masyarakat dan
langsung dibawah koordinir Kapolda tidak ada lagi polres. “Program ini
sudah
direspons oleh polres Bitung namun akan diprioritaskan di Polda dulu
yang akan
menjadi pilot project,” kata dia. Sementara itu ketika disentil mengenai
penanganan kasus pembuhan wartawan di Manado, dia mengatakan sudah
terungkap pelakunya. "Lagi dikembangkan apakah ada lebih dari satu orang
pelaku, karena sementara satu orang yang langsung ditahan," tambahnya.
Namun demikian Dicky menjelaskan dalam kasus tersebut tidak ada motiv
terkait profesinya sebagai wartawan. "Memang murni pembunuhan karena
pelaku dalam melakukan aksinya ditengarai dalam pengaruh miras,"
pungkasnya.(crz)
KOMENTAR