Breaking News
Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kepolisian

Dicky: 2013 Orang Mabuk Langsung ditahan

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigadir Polisi Dicky Atotoy mengakui program gerakan anti mabuk dengan slogan

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu


Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigadir Polisi Dicky Atotoy mengakui program gerakan anti mabuk dengan slogan Brenti Jo Bagate belum maksimal. Hal ini sebagaimana yang dia sampaikan usai menguki pelepasan bantuan ribuan ton beras ke Filipina dari pemerintah RI di Pelabuhan Nusantara Bitung Jumat kemarin.

“Memang program ini belum maksimal, program ini dilakukan secara bertahap dimana dari hasil evaluasi angka kejahatan yang disebabkan oleh minuman keras (miras) terutama penganiayaan pada tahun 2012 menurun,” kata Dicky. Dijelaskannya untuk menunjang program gerakan anti miras dengan slogan Brenti Jo Bagate tahun 2013 ini pihaknya akan melakukan beberapa inovasi yang baru.

“Seperti patroli dan rasia orang mabuk dimana inovasi ini akan lebih spesifik ke mereka yang mabuk. Akan ada kendaraan untuk orang mabuk dimana ada kendaraan patroli yang memiliki alat untuk cek orang mabuk dan jika kedapatan akan langsung ditahan,” tuturnya. Program ini sendiri kata Dicky melibatkan satuan lalu lintas, Sabaram, Reserse dan dinas Kesehatan yang akan mempersiapkan alat cek orang yang mabuk dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan. “Dalam oprasi tersebut orang yang kedapatan mabuk akan langsung ditahan 1x24 jam di kantor polisi nanti kalau sudah sadar baru dilepas,” tambahnya.

Oprasi tersebut juga akan fokus pada peredaran senjata tajam yang dengan mudahnya beredar dikalangan masyarakat dan langsung dibawah koordinir Kapolda tidak ada lagi polres. “Program ini sudah direspons oleh polres Bitung namun akan diprioritaskan di Polda dulu yang akan menjadi pilot project,” kata dia. Sementara itu ketika disentil mengenai penanganan kasus pembuhan wartawan di Manado, dia mengatakan sudah terungkap pelakunya. "Lagi dikembangkan apakah ada lebih dari satu orang pelaku, karena sementara satu orang yang langsung ditahan," tambahnya. Namun demikian Dicky menjelaskan dalam kasus tersebut tidak ada motiv terkait profesinya sebagai wartawan. "Memang murni pembunuhan karena pelaku dalam melakukan aksinya ditengarai dalam pengaruh miras," pungkasnya.(crz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved