Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kepolisian

Operasi Sajam Tiap Hari

Polresta Manado menyiagakan 3/4 personilnya untuk mengamankan pergantian malam tahun baru tanggal 31 Desember 2012.

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID - Polresta Manado menyiagakan 3/4 personilnya untuk mengamankan pergantian malam tahun baru tanggal 31 Desember 2012.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Amran Ampulembang menyatakan, pola pengamanan akan sama dengan pengamanan tahun - tahun sebelumnya, dimana aparat akan lebih banyak ditempatkan di pusat - pusat keramaian.

"Pengamanan akan difokuskan di tempat - tempat keramaian," kata Ampulembang. Mendekati tanggal 31 Desember, razia terhadap sajam, miras dan petasan akan ditingkatkan.

Adanya dua kejadian pembunuhan pada malam natal lalu membuat aparat merasa perlu untuk melakukan razia tiap malam. "Razia akan lebih ditingkatkan lagi," ucapnya.

Ampulembang bahkan telah meminta pada Kapolsek untuk mengkategorikan tempat yang rawan, suam - suam hingga aman di wilayah hukum masing - masing.

Dari situ, tingkat kerawanan di setiap wilayah akan terbaca hingga "eksekusi sajam" akan mudah dilakukan. "Perintah sudah turun ke Polsek - Polsek," bebernya.

Perkara bawa sajam, kata Ampulembang, bukan hal sepele. Berniat menjaga diri, pembawanya malah membahayakan jiwa orang lain.

"Untuk itu, jangan bawa sajam," imbau Ampulembang. Tentang razia kembang api, Ampulembang mengaku tetap berlaku, sepanjang kembang api itu ilegal.

Ampulembang agak terkejut begitu mendengar, ada benda bulat panjang dengan bunyi menggelegar yang beken dengan sebutan "petasan gorontalo"..

Tak jelas, apakah benda itu petasan atau kembang api. Yang jelas, benda ini beredar luas di kalangan masyarakat. Orang dewasa hingga anak - anak gemar memasang petasan ini. "Jika ada, akan kami sita," janji Ampulembang.

Natal yang aman, Kapolres berharap agar damai juga tercipta di malam pergantian tahun.

Nun jauh di Sangihe, pengamanan dilakukan aparat Polsek Sangihe di wilayah perbatasan Indonesia - Filipina. Kapolres Sangihe, AKBP Sumitro menyatakan, aparat di perbatasan waspada dengan petasan filipina dan penyusupan teroris. "Kami akan sisihkan aparat dari tiap Polsek untuk berjaga di perbatasan," katanya.

Untuk pengamanan di darat, Polsek Sangihe akan menggandeng tokoh agama dan masyarakat untuk melakukan pengamanan bersama - sama. (art)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved