Minahasa Utara
KMPA TH Bakal Gelar Doa Bersama
- Menjelang akhir tahun 2012, Kaum Muda Pecinta Alam Tunas Hijau (KMPA TH) Airmadidi dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) se Minahasa Utara (Minut)
Laporan Wartawan Tribun Manado Susanty Otodu
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Menjelang akhir tahun 2012, Kaum Muda Pecinta Alam Tunas Hijau (KMPA TH) Airmadidi dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) se Minahasa Utara (Minut) akan menggelar doa bersama untuk menyambut awal tahun 2013. Hal ini dikemukakan langsung oleh Ketua KMPA TH Airmadidi, Maria Taramen pada Tribun Manado, Kamis (27/12).
"Kegiatannya akan dilaksanakan pada Sabtu (29/12) di atas Kaki Dian, acaranya hanya Doa Bersama dalam rangka akhir tahun dan menyambut tahun baru. Dalam kegiatan ini sekitar 50 orang yang akan ikut, karena akan kita rangkaikan dengan diskusi refleksi," tutur Maria.
Dalam diskusi tersebut KMPA TH dan sejumlah KPA di Minut akan menghadirkan pemateri untuk memimpin diskusi. Diantaranya Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Utara, Edo Rakhman.
Lanjut Maria, dalam kegiatan tersebut nantinya akan dilakukan pula kegiatan sosial bersih-bersih dikawasan objek wisata Kaki Dian yang nampak kotor dan tak terurus. Namun hingga kini masih terkendala dengan angkutan pengangkut sampah yang belum mendapat kepastian dari beberapa dinas.
"Kita ada kegiatan bersih-bersih di atas Kaki Dian cuma kendalanya saat sudah dibersihkan tidak ada kendaraan yang akan mengangkut sampah. Kita sudah hubungi Dinas Kehutanan dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup tetapi mereka menolak dan katanya harus langsung menyampaikan kepada Sekretaris Daerah," tutur Maria.
Dalam kegiatan ini Maria kemudian mengungkapkan agar kiranya ada peran dan kepedulian dari berbagai pihak. Baik dari pemerintah maupun masyarakat kiranya bisa turut melibatkan diri dalam membantu pelestarian lingkungan khususnya menyediakan kendaraan pengangkut sampah. Pasalnya objek yang menjadi tempat pelestarian adalah kawasan wisata yang kini nampak kotor dan tak terurus.
"Kita pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, sudah dibersihkan tetapi sampah-sampah yang menumpuk tidak ada yang mengangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), itu artinya hanya sia-sia saja. Kali ini kita upayakan kendaraan pengangkut sampah tapi belum dapat. Maunya kendaraan tinggal datang saja dan dibuang ke TPA, biar nanti kita yang angkut ke mobil," tambah Maria. (nty)