Pemerintahan
Gubernur Sulut Mengaku Sedih
Pertikaian antar warga yang sempat terjadi beberapa kali di daerah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membuat Gubernur Sulawesi Utara
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK- Pertikaian antar warga yang sempat terjadi beberapa kali di
daerah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membuat Gubernur
Sulawesi Utara (Sulut) Dr Sinyo H Sarundajang sedih. Menurut pria yang
pernah mendamaikan konflik di Maluku ini, pertikaian tersebut akan
merugikan masyarakat.
Demikian Sarundajang katakan kepada ratusan warga yang menghadiri safari Natal Pemprov Sulut di perbatasan Keluarahan Imandi dan Desa Pinonobatuan atau Tambun, Sabtu (22/12/2012) malam. "Saya mohon stop (kerusuhan), jangan sampai terjadi lagi. Hindari penyelesaian dengan kekerasan," ujar dia.
Sarundajang mengharapkan masyarakat bisa mencari solusi dengan duduk bersama jika timbul permasalahan. Tokoh masyarakat dan agama diharapkan bisa membina warganya. "Sulut dikenal dengan keamananya. Bahkan, keamanan di provinsi paling utara di Indonesia ini menjadi barometer Nasional. Jika ada masalah, tolong datang pada saya," kata dia.
Pria yang semasa kecil pernah merasakan tinggal di Tanah Totabuan ini memberikan apresiasi kepada gabungan dua mejalis Jemaat di Desa Tambun dan Kelurahan Imandi atas terlaksananya kegiatan safari tersebut. Dia menyebutkan kegiatan tersebut contoh kebersamaan yang masih tetap terjalin.
Pada malam khidmat tersebut, hadir juga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulut. Kepada TNI, Sarundajang minta agar tetap intensif mengawasi jazirah Dumoga. Dan, masyarakat bisa membantu TNU dalam menjalankan komando teritorialnya. "Apalagi saat ini banyak teroris," kata dia.
Pun demikian dengan tugas-tuga kepolisan. Menurutnya, tanpa bantuan masyarakat, tugas kepolisian tidak akan berjalan efektif. Sarundajang menegaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Sulut tetap solid untuk kemajuan daerah tersebut.
Sementara itu mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, Waki Bupati Yanni R Tuuk mengucapkan terimakasih atas kunjungan gubernur dan rombongan ke Dumoga. "Terimakasih juga atas arahan serta bantuanya dalam pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan," kata Yanni yang berasal dari Dumoga
Diketahui, warga Kelurahan Imandi dan Tambun sempat bersitegang. Sepanjang tahun 2012 ini beberapa kali situasi dan konsdisi daerah tersebut memanas. Bahkan, korban jiwa pun jatuh akibat pertikaian antara dua daerah yang bertetangga tersebut. Aparat keamanan kepolisian dibantu TNI pun sampai kini masih berjaga di perbatasan dua desa tersebut.
Gubernur dan rombongan berada di Dumoga hampir selama tiga jam. Rombongan tiba sekitar pukul 20.00 wita. Safari tersebut dimulai dengan puji-pujian dari jemmaat Kelurahan Imandi dan Desa Pinonobatuan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin F Kamasaan. (suk)
Demikian Sarundajang katakan kepada ratusan warga yang menghadiri safari Natal Pemprov Sulut di perbatasan Keluarahan Imandi dan Desa Pinonobatuan atau Tambun, Sabtu (22/12/2012) malam. "Saya mohon stop (kerusuhan), jangan sampai terjadi lagi. Hindari penyelesaian dengan kekerasan," ujar dia.
Sarundajang mengharapkan masyarakat bisa mencari solusi dengan duduk bersama jika timbul permasalahan. Tokoh masyarakat dan agama diharapkan bisa membina warganya. "Sulut dikenal dengan keamananya. Bahkan, keamanan di provinsi paling utara di Indonesia ini menjadi barometer Nasional. Jika ada masalah, tolong datang pada saya," kata dia.
Pria yang semasa kecil pernah merasakan tinggal di Tanah Totabuan ini memberikan apresiasi kepada gabungan dua mejalis Jemaat di Desa Tambun dan Kelurahan Imandi atas terlaksananya kegiatan safari tersebut. Dia menyebutkan kegiatan tersebut contoh kebersamaan yang masih tetap terjalin.
Pada malam khidmat tersebut, hadir juga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulut. Kepada TNI, Sarundajang minta agar tetap intensif mengawasi jazirah Dumoga. Dan, masyarakat bisa membantu TNU dalam menjalankan komando teritorialnya. "Apalagi saat ini banyak teroris," kata dia.
Pun demikian dengan tugas-tuga kepolisan. Menurutnya, tanpa bantuan masyarakat, tugas kepolisian tidak akan berjalan efektif. Sarundajang menegaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Sulut tetap solid untuk kemajuan daerah tersebut.
Sementara itu mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, Waki Bupati Yanni R Tuuk mengucapkan terimakasih atas kunjungan gubernur dan rombongan ke Dumoga. "Terimakasih juga atas arahan serta bantuanya dalam pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan," kata Yanni yang berasal dari Dumoga
Diketahui, warga Kelurahan Imandi dan Tambun sempat bersitegang. Sepanjang tahun 2012 ini beberapa kali situasi dan konsdisi daerah tersebut memanas. Bahkan, korban jiwa pun jatuh akibat pertikaian antara dua daerah yang bertetangga tersebut. Aparat keamanan kepolisian dibantu TNI pun sampai kini masih berjaga di perbatasan dua desa tersebut.
Gubernur dan rombongan berada di Dumoga hampir selama tiga jam. Rombongan tiba sekitar pukul 20.00 wita. Safari tersebut dimulai dengan puji-pujian dari jemmaat Kelurahan Imandi dan Desa Pinonobatuan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin F Kamasaan. (suk)