Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perusahaan

Perusahaan Jepang Akuisisi 19 Perusahaan Indonesia

Sebanyak 19 perusahaan Indonesia selama tahun 2012 telah diakuisisi perusahaan Jepang. Bahkan diperkirakan akan lebih banyak lagi.

Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID-Sebanyak 19 perusahaan Indonesia selama tahun 2012 telah diakuisisi perusahaan Jepang. Bahkan diperkirakan akan lebih banyak lagi. 

Sementara perusahaan Thailand, Malaysia dan  Vietnam tak lebih dari 10 yang telah diakui perusahaan Jepang. Semua dengan maksud agar perusahaan Jepang bisa masuk dan mempenetrasi pasar negara masing-masing.

Demikian hasil survei yang dikutip TRIBUNnews.com dari koran Nikkei yang diungkapkan Sabtu kemarin. Jumlah keseluruhan yang diakuisisi di dunia tahun ini meningkat 10% mendekati 500 perusahaan, dibandingkan tahun lalu yang hanya 463 perusahaan.

Jumlah perusahaan yang diakuisisi ini sangat banyak mirip dengan saat masa ekonomi gelembung pada akhir tahun 1990-an dulu di mana uang Jepang berlimpah sehingga banyak tanah habis diborong para  jutawan saat itu. Akibatnya harga tanah melambung tinggi, dan setelah mencapai puncaknya, terus menurun mulai tahun 2000 hingga sekarang, menurun berkelanjutan. Sedangkan pinjaman tak bisa dikembalikan sehingga banyak sekali perusahaan bangkrut.

Menurut Nikkei, jumlah perusahaan Jepang yang semakin banyak menginvestasikan uangnya ke Asia Tenggara karena melihat resiko usaha di Cina tambah lama tambah tinggi dan membahayakan.

Menurut perusahaan M&A  yang profesional,  Recof Corp.,  sedikitnya 489 perusahaan Jepang telah membeli berbagai perusahaan di luar negeri per 14 Desember 2012 dengan nilai sedikitnya 6,9 triliun yen. Nilai ini berarti naik 8% dibandingkan tahun lalu.

Kemampuan akuisisi Jepang juga terdorong dan semakin mudah dilakukan karena nilai mata uang yen semakin tinggi sementara nilai dolar semakin rendah.

Beberapa akuisisi yang dilakukan misalnya Dentsu Inc.'s  yang berhasil membeli biro iklan raksasa Inggris, Aegis Group Plc, dengan harga sekitar 400 miliar yen.

Kemudian perusahaan telepon Jepang, Softbank Corp. yang berhasil membeli operator telepon mobil Amerika,  Sprint Nextel Corp. dengan nilai 1,5 triliun  yen.(*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved