Narkoba
Rencana "Nyabu" di Kandang Gagal, Budi dan Mahmud Ditangkap Polisi
Peredaran Narkotika di Sulawesi Utara kian mencemaskan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Peredaran Narkotika di Sulawesi Utara kian mencemaskan. Pemakai barang haram ini bukan hanya kalangan atas dan menengah, tapi telah merambah hingga ke semua kalangan.
Termasuk Budi (36) dan Mahmud (42) warga Kelurahan Malalayang Bahu Lingkungan 5 dan Dendengan Luar Lingk 3. Dua orang yang berprofesi sebagai penjaga kandang ayam dibekuk aparat Dit Narkoba Polda Sulut di tempat mereka bekerja di Desa Buha, Jumat siang (23/11).
Selain keduanya, diamankan juga dua tersangka lainnya yaitu Johni (49) warga Talawaan dan Rais (40 an) yang tinggal di jalan Piere Tendean Manado. Keduanya diamankan di rumah masing - masing.
Dir Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Guruh Achmad F melalui Kabag Bin Ops, AKBP Frits Katiandagho menyatakan, keempatnya satu jaringan dan sudah menjadi target aparat kepolisian. "Mereka satu jaringan," katanya.
Mulanya tim lidik di bawah pimpinan Kompol Agus Pelealu mengendus peredaran uang dari Budi ke Mahmud sebesar 1,5 Juta. Mendapat uang itu, Mahmud kemudian menemui Johni. Keduanya lalu ketemu dengan Rais di SPBU Kairagi.
Tim yang sudah menguntit para tersangka melihat uang itu ditukar dengan satu paket Shabu yang dibawa Rais. 'Tim sudah menguntit mereka,' katanya. Ketiganya pisah, Johni dan Raismenuju rumah masing - masing, sedang Budi lanjut ke kandang ayam untuk mengantar Shabu itu pada Budi.
Rencana pesta Shabu di kandang ayam buyar, ketika aparat yang menguntit sejak lama, menampakkan diri. "Mereka langsung dibekuk saat itu juga, diamankan satu paket shabu" katanya. Dari situ, aparat menuju ke rumah dua tersangka lainnya. "Keempatnya dibekuk tanpa perlawanan," ungkapnya.
Kini, keempatnya ditahan di sel tahanan Polda Sulut sambil menunggu proses selanjutnya. "Hasil penyidikan sementara, barang itu didapat Rais dari Makassar dan dikirim lewat jalur laut,"