Siaga Bencana
Warga Tomohon Diminta Siaga Terhadap Bencana
Pemerintah Kota Tomohon cepat tanggap untuk menghadapi terjadinya bencana.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Pemerintah Kota Tomohon cepat tanggap untuk menghadapi terjadinya bencana di daerah ini, akibat munculnya cuaca ekstrim dan terus berfluktuatifnya aktifitas Gunung Lokon hingga, Kamis (8/11/2012).
Pemerintah bersama elemen masyarakat Tomohon langsung menggelar rapat perencanaan pembangunan daerah rawan bencana di Aula Lantai III Kantor Wali Kota, kemarin. “Mencermati fenomena alam akhir tahun yang sering berubah-ubah dengan cuaca ekstrim, aktivitas Gunung Lokon yang terus berfluktuatif, maka Pemerintah Kota Tomohon mengimbau masyarakat untuk siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang bisa terjadi kapan dan di mana saja,” kata Gerson Mamuaja, Asisten I Pemerintah Kota Tomohon.
Ia mengajak seluruh masyarakat segera melapor kepada pihak yang berwenang untuk penanganan cepat dan mengurangi resiko kerugian, jika bencana benar-benar terjadi di Tomohon. “Kota Tomohon dari sisi Geologis, Hodrologis dan Sosiologis memiliki potensi bencana, apakah itu bencana alam, bencana non alam maupun bencana sosial yang kesemuanya itu berpotensi mengancam nyawa dan kerugian material maupun non material. Jadi ketika itu terjadi, masyarakat harus segera menginformasikan dengan cepat kepada pihak berwenang, agar dapat diambil tindakan cepat dan tepat,” ujar Gerson mewakili Wali Kota Tomohon Jimmy Eman.
Royke Roeroe, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon tak menampik jika secara geografis dan demografis, daerah ini memang memiliki resiko bencana besar, baik akibat faktor geologi (gempa bumi dan letusan gunung berapi), bencana akibat hydrometeorology (banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung), bencana akibat faktor biologi (wabah penyakit ternak, tanaman, hama tanaman), dan faktor kegagalan teknologi (kecelakaan transportasi, kecelakaan industri) serta faktor kebakaran gedung atau hutan. “Pemerintah tak dapa berjalan sendiri, jadi diharapkan ada kerjasama dan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama meminimalisir resiko terjadinya bencana di Tomohon,” tukasnya.