Komunitas
United Indonesia Chapter Kotamobagu (UICK)
Rasa cinta dan kegemaran yang sama terhadap klub sepakbola asal Inggris, Manchester United, menjadi simpul kebersamaan komunitas kita kali ini.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Eksistensi Penggemar Setan Merah
Rasa cinta dan kegemaran yang sama terhadap klub sepakbola asal Inggris, Manchester United, menjadi simpul kebersamaan komunitas kita kali ini. Mereka adalah United Indonesia Chapter Kotamobagu (UICK).
JIKA dibandingkan dengan 'chapter-chapter' United Indonesia yang berjumlah mencapai 72 di pelosok negeri ini, UICK mungkin masih bisa dibilang anak bawang. Usianya saja pada November ini baru memasuki tujuh bulan. Namun jangan salah, kendati baru seumur jagung, UICK sudah bisa menunjukan eksistensinya sebagai penggemar setia 'si setan merah.'
"Saat ini, UICK sudah memiliki member (anggota) resmi 50 orang. Namun masih ada juga simpatisan yang jumlahnya mencapai puluhan," ujar Ketua UICK Ady Imban, saat berbincang- bincang dengan Tribun Manado edisi Minggu di Kedai Kopi Jarod Sinindian, Kamis (1/11/2012).
Anggota UICK ini tidak hanya melulu pria saja. Dari 50 anggota resmi tersebut, 15 di antaranya adalah perempuan. Para anggota perempuan tersebut mempunyai julukan 'United Babes.' Mereka juga turut bergabung dalam berbagai kegiatan dengan anggota lainya. Termasuk nonton bareng jika ada pertandingan Manchester United.
"Satu kegiatan yang memang rutin kami lakukan, ya, nonton bareng Manchester United. Kami bisa menonton di sekretariat atau di tempat-tempat yang memang kami rencanakan atau tempat lainya," kata Ady.
Dia
menambahkan, ada dua tempat utama yang biasanya menjadi tempat
berkumpul anggota UICK. Selain di sekretariat UICK yang berada di Jalan
Selektif, mereka juga kerap nongkrong Kedai Kopi Jarod Sinindian.
Waktunya, tak pernah mereka tentukan. Namun biasanya selepas kegiatan
sehari-hari anggotanya yang sebagian masih tercatat sebagai mahasiswa
atau pelajar.
Tidak hanya sekedar nongkrong saja, UICK juga mempunyai kegiatan
rutin lainya seperti bermain futsal. Bahkan, dalam momen-momen tertentu
mereka pun ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial. Seperti pada Bulan
Ramadhan beberapa waktu lalu, mereka mengadakan kegiatan bakti sosial
ke panti-panti asuhan.
Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun mereka berusaha eksis.
"Kami juga aktif di forum United Indonesia. Kami juga menggunakan media
sosial seperti facebook atau twitter untuk menjalin komunikasi. Facebook
kami, UnitedIndo Chapter Kotamobagu dan twitter di @UtdIndonesiaKOT,"
kata dia menambahkan.
Beberapa anggota UICK mengatakan banyak keuntungan dengan bergabung
dengan komunitas tersebut. "Kami kan mempunyai kegenaran yang sama.
Jadi kami bisa nyambung kalau bicara tentang Manchester United," ujar
Ari yang baru bergabung dengan UICK.
Sedangkan, Alfa Paputungan, wakil Ketua UICK, mengatakan, para
anggota komunitas juga bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan
selain ajang silaturahim sesama fans Manchester United. "Jika perlu
jersey (kaos seragam) tim atau pin atau apa pun kan bisa juga bertukar
informasi," kata dia. (edi sukasah)