Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Adipura

Banyak Tempat Sampah di Manado Rusak

Apakah usai penilaian Adipura semua kembali seperti sedia kala?

Tayang:
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
zoom-inlihat foto Banyak Tempat Sampah di Manado Rusak
TRIBUNMANADO/FRANSISCA NOEL
Tempat sampah yang rusak bisa dilihat di sekitar kantor pemerintahan Kota Manado.
Laporan Wartawan Tribun Manado Fransiska Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ironi memang. Saat penilaian tahap pertama Adipura standar kota besar akan dimulai akhir bulan Oktober 2012, justru kantor pemerintah Kota Manado belum terlihat adanya pembenahan.

Bahkan, beberapa tempat sampah terpilah yang adalah salah satu poin penilaian tertinggi dalam keadaan memprihatinkan.

Dari pantauan, Rabu (24/10/2012), sejumlah tempat sampah di kantor wali kota ini rusak bahkan ada yang tidak lengkap lagi, hanya tertera tempat sampah anorganik, sedangkan untuk sampah organik tidak tahu kemana.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan pertanyaan baru, apakah usai penilaian Adipura semua kembali seperti sedia kala?

Pertanyaan ini kemudian ditanggapi miris Kepala Badan Lingkungan Hidup Manado, Joshua Pangkerego.

Kepada Tribun Manado, Rabu (24/10/2012), Joshua menegaskan bahwa penilaian Adipura seharusnya berujung pada perubahana sikap seluruh elemen masyarakat tak terkecuali instansi pemerintah kota Manado yang harusnya menjadi contoh.

"Kita berharap ini tidak hanya berhenti pada penilaian Adipura saja kemudian berhenti, tetapi pola hidup bersih, teratur, dan indah harus terus diupayakan menjadi habit seluruh elemen masyarakat kota Manado," ungkapnya.

Menanggapi persiapan jelang penilaian tahap pertama Adipura akhir Oktober ini, Joshua memastikan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemerintah kota Manado, jika ingin mempertahankan prestasi Adipura yang sudah diraih tahun sebelumnya.

"Tahun ini khusus penilaian pemilahana sampah, tim penilai tidak hanya sekadar melihat apakah perkantoran, sekolah, rumah sakit, puskesmas, pertokoan, dan pemukiman warga sudah punya tempat pemilahan sampah baik organik maupun anorganik, tetapi mereka juga akan menilai berapa presentase sampah yang dihasilan dan berapa yang terpilah," tuturnya.

Hal ini diakui Joshua menjadi kritikan juga bagi Pemko Manado juga khususnya dalam keseriusan menyiapkan tempat sampah terpilah termasuk konsistensi membuang sampah secara terpisah.

Dan bukan hanya berhenti disitu saja, menurutnya tim penilai juga akan memberi nilai tertinggi pada upaya pengolahan sampah usai sampah terpilah.

"Jadi tidak cuma berhenti di sampah terpilah saja, tetapi apakah sudah mulai dilakukan pengolahan sampah atau tidak. Misalnya pengolahan kompos dari sampah organik, dan pembuatan hand made dari sampah anorganik," jelasnya.

Dirianya mengakui, poin ini menjadi fokus utama jelang penilaian Adipura tahap satu tahun 2012 ini. "Spot-spot yang kamai perhatikan untuk penempatan tempat sampah terpilah antara lain, pasar, rumah sakit, puskesmas, perkantoran, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pemukimnan jalan umum, taman kota, hutan kota, dan sekitar sungai," tuturnya.

Selain itu, pihaknya memastikan di beberapa spot wajib harus ada lokasi pengolahan sampah baik pengomposan maupun daur ulang sampah anorganik. "Spot wajib yaitu di pasat dan tempat pembuangan akhir," kata Joshua.

Untuk tahun 2012 ini Joshua memastikan pemerintaha Kota Manadoa menargetkan dapat nilai 75 untuk penilaian tahap pertama Adipura ini. "Standar nilai harus tinggi di tahap pertama ini makanya kita semua harus bekerja keras, supaya di akhir penilaian tahap dua nanti minimal Manado ada di range nilai 74 atau nilai dengan kategori baik, " cetusnya.

Selain itu, penataan taman kota juga jadi prioritas jelang penilaian Adipura. "Penting diingat sekarang penilaian estetikan akan dilihat mulai dari lingkungan sekolah, kawasan kantor, pusat perdagangan, jalan umum, dan lain-lain. Dan bunga juga harus beragam tidak boleh hanya tanaman berdaun saja," jelasnya.

Tantangan selanjutnya juga bagi pemerintah kota menurut Joshua adalah memastikan semua salauran terbuka dalam keadaan bersih dari sampah. "Untuk itu kerjasama semua pihak dibutuhkan, untuk menjamin semua saluran terbuka bersih dari sampah. Jangan ada warga yang buang sampah di saluran air," tuturnya.

Selain parameter-parameter di atas, khusus penilaian Adipura untuk standar kota besar, ketambahan juga dua parameter penilaian yaitu penilaian kualaitas air dan udara.

"Untuk kualitas air sungai, tim akan memeriksa sampel air di hulu sungai, bagian tengah sungai, dan hilir sungai. Salah satu yang harus diperhatikan, adalah pemeriksaan konsentrasi bakteri e-coli di dalam air," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar warga yang tinggal di bantaran sungai agar memperhatikan jangan lagi membuang air besar di sungai termasuk mengalirkan buangan septiptank di sungai.

"Ada tiga sungai yang akan diambil sampel yaitu sungai malalayanag, sario, dana DAS Tondano," ujaar Joshua.

Khusus pemeriksaan kualitas udara, ada tiga spot yang akan diambil sampel yaitu di depan IT Center, Zero Point, dan depan kantor Walikota Manado.

"Kita semua berharap hasil pemeriksaan kualitas air dan udara kota Manadoa tetap bagus seperti tahun sebelumnya," tandas Joshua Pangkerego.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved