Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terorisme

Manado Tidak Diserang Karena Tempat Transit

Mantan anggota Jamaah Islamiyah Muhammad Nasir Abbas mengatakan dalam acara Sosialisai Pencegahan Terorisme Untuk Guru,

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANAD- Mantan anggota Jamaah Islamiyah Muhammad Nasir Abbas mengatakan dalam acara Sosialisai Pencegahan Terorisme Untuk Guru, Kepala Sekolah dan masyarakat  di Hotel Peninsula Selasa (26/9/2012) mengatakan saat remaja ia bertemu dengan Abu Bakar Baasyir di Malaysia.

Ia menemukan informasi bahwa Baasyir dan kawan-kawannya melarikan diri dari Indonesia. Mereka ketakutan di bawah rezim Soeharto. Ia kemudian belajar banyak dari Baasyir. "Umur 18 tahun saya dikirim ke Afganistan. Di sana saya belajar berbagai pengetahuan dan mengetahui seluk beluk perlengkapan militer,"ujar Abbas.

Abbas mengaku merupakan angkatan kelima di tahun 1985. Menurutnya, yang belajar di Afganistan itu sampai angkatan kesepuluh. "Tahun 1994 saya membantu gerombolan  MILF di Filipina. Saya melatih mereka berperang,"kata Abbas.

Di tahun 1998, Abbas kemudian menjadi salah satu  pemimpin Jamaah Islamiyah (JI). Ia memeang daerah Malaysia Barat, Filipina dan Sulawesi pada tahun 2001. "Sebelumnya saya pertama survey lapangan melalui Sambuaga, kemudian ke Sanger dan Mindanao. Banyak anggota kami yang lewat Manado tapi tidak membuat operasi di sini karena sebagai tempat transit. Kalau dibuat kacau, maka penjagaan akan menjadi lebih ketat," tutur Abbas. (dma)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved