Bunuh Diri

Stres Diperiksa Kejaksaan Pejabat Sumut Gantung Diri dengan Tali Jemuran

Warga Jalan Tirto Sari, Kecamatan Percut Sei Tuan, nekat gantung diri dengan menggunakan tali jemuran

Stres Diperiksa Kejaksaan  Pejabat Sumut Gantung Diri dengan Tali Jemuran
ilustrasi
TRIBUNMANADO.CO.ID, MEDAN - Diduga depresi karena diperiksa hampir sepekan oleh Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial di Pemprov Sumatera Utara, M Juli Samsir Siregar(42), kasubag Perbendaharaan Belanja Tidak Langsung dan Pembiayaan Biro Keuangan Setda Provinsi Sumut, diduga bunuh diri.

Warga Jalan Tirto Sari, Kecamatan Percut Sei Tuan, nekat gantung diri dengan menggunakan tali jemuran di dalam rumahnya sendiri, saat ditinggal istri dan keempat anaknya pergi ke undangan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/9/2012) malam.

Informasi di kepolisian menyebutkan, sampai saat ini pihak kepolisian telah memeriksa istri dan anak korban yang pertama kali menemukan korban sudah tidak bernyawa di rumahnya.

"Sampai saat ini kita belum tahu motif bunuh diri korban, namun informasi sementara korban depresi menjalani pemeriksaan di Kejatisu. Polisi baru memeriksa istri dan anak korban, kasusnya masih lidik," kata Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago, Senin (24/9/2012).

Korban pertama kali ditemukan anak pertamanya Irfan, tergantung di dapur rumah. Istri korban, dr Helmi Yusmar Harahap kemudian mengeluarkan kunci cadangan. Begitu pintu terbuka, keduanya terkejut melihat korban sudah tergantung. Kejadian ini sempat membuat warga sekitar kaget lalu mendatangi rumah korban namun dilarang mendekat oleh pihak keluarga hingga polisi datang berikut mobil ambulans RSUD Pirngadi. Namun pihak keluarga memutuskan korban tidak diotopsi.

Sementara itu, kabar kematian korban sangat mengejutkan teman-temannya di Pemprov Sumut. "Kemungkinan dia stres berat karena seminggu ini diperiksa kejaksaan terkait kasus korupsi bansos. Samsir diduga menggelapkan dana bantuan untuk Masjid Agung. Sehari-hari dia tidak bergaul dan terkenal sedikit sombong," ucap salah seorang pegawai yang tak mau disebutkan namanya, Senin (24/9/2012).

Keluarga yang ditinggalkan memakamkan korban di TPU Jalan Bersama, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, setelah sebelumnya dishalatkan di Masjid Al Ikhlas, 10 meter dari rumahnya.

"Kami meminta maaf kepada rekan seluruh masyarakat apabila ada kesalahan mohon dimaafkan," ujar Syamsul Lubis, tokoh masyarakat. Ia mengatakan, kasus bunuh diri itu merupakan musibah bagi warga Tirto Sari. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved