Gunung Soputan Meletus
Langowan Diguyur Hujan Pasir
Letusan Gunung Soputan mengakibatkan wilayah Langowan Barat diguyur hujan pasir.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Letusan Gunung Soputan mengakibatkan wilayah Langowan Barat diguyur hujan pasir. Beberapa desa seperti Noongan raya, Raringis, Ampreng, dan Tumaratan mendapatkan dampak yang cukup besar dari letusan tersebut.
Menix Mewengkan, warga Desa Tumaratas menceritakan debu vulkanik Gunung Soputan mulai jatuh sekitar pukul 16.00 Wita. Menurutnya debu vulkanik tersebut cukup tebal. Sekitar 30 menit selanjutnya bukan lagi debu yang jatuh, melainkan pasir. Guyuran pasir itu sangat terdengar saat jatuh di seng rumah.
"Awalnya hanya debu, tapi lama kelamaan pasir yang jatuh. Suaranya cukup keras jika didengar dari dalam rumah. Ketebalan debu dan pasir mencapai sekitar setengah centimeter," ujarnya.
Camat Langowan Barat, Anita Rorong mengatakan dirinya langsung melakukan peninjauan daerah yang terkena dampak letusan. Menurutnya dalam pemantauan awal dampak letusan saat ini tidak seburuk letusan tahun lalu. Menurutnya hanya beberapa desa yang terkena guyuran debu dan pasir vulkanik Gunung Soputan.
"Sampai saat ini dampak letusan Gunung Soputan tidak sebesar tahun lalu, namun tetap saja membuat aktifitas warga terganggu. Namun saya telah memberikan imbauan pada perangkat desa untuk mengawasi daerahnya masing-masing jangan sampai ada letusan yang lebih besar," ujarnya.
Warga di Kecamatan Tompaso tidak terlalu merasakan dampak letusan tersebut. Sepanjang sore daerah itu diguyur hujan yang cukup lebat. Sisilia Mawuntu, warga Desa Talikuran, mengatakan banyak warga yang tidak sadar kalau Gunung Soputan telah meletus. Menurutnya, sekitar pukul 16.00 Wita mereka memang merasakan gempa bumi namun tidak mengetahui kalau gempa itu dikarenakan letusan gunung.
"Awalnya kami tidak tahu kalau Gunung Soputan telah meletus. Banyak warga yang baru sadar saat melihat air hujan yang jatuh seperti lumpur," ujarnya.