Minahasa
Nelayan Tangkap Ikan Koan
Upaya Pemkab Minahasa menanggulangi perkembangan eceng gondok di Danau Tondano dengan cara alami gagal total
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Upaya Pemkab Minahasa menanggulangi perkembangan eceng gondok di Danau Tondano dengan cara alami gagal total. Penggunaan ikan koan sebagai pemakan eceng gondok tidak berhasil.
Bupati Minahasa, Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) saat diwawancarai Tribun Manado, Selasa (11/9) menjelaskan, strategi penggunaan ikan koan untuk menanggulangi perkembangan eceng gondok dipelajari pada kasus Danau Kerinci di Provinsi Jambi. Menurutnya Danau Kerinci juga mengalami hal yang sama dengan Danau Tondano. Danau itu hampir ditutupi oleh eceng gondok.
Pemerintah Jambi menggunakan ikan koan untuk secara alami memakan eceng gondok. Namun menurutnya proses tersebut berlangsung sekitar tiga tahun dan saat ini Danau Kerinci sudah 100 persen bersih dari eceng gondok.
Saat strategi tersebut coba diterapkan di Danau Tondano, ternyata hasilnya sangat berbeda. Menurutnya, sejak 2010 silam Pemkab Minahasa telah melepas puluhan ribu bibit ikan koan di Danau Tondano. Namun sampai saat ini tidak ada hasil yang nampak.
"Setelah kami kaji, ternyata nelayan di Danau Tondano menangkap ikan koan. Saat ikan mulai membesar nelayan langsung menangkap untuk dijual atau dimakan. Sampai saat ini hampir tidak ada lagi ikan koan yang terlihat di Danau Tondano," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, kondisi seperti ini sangat jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Danau Kerinci. Menurutnya nelayan di Jambi tidak menangkap ikan koan dan saat eceng gondok telah bersih ada ikan koan yang beratnya mencapai sekitar 18 kilogram.
"Kalau di Danau Kerinci warga tidak mau menangkap ikan koan karena rasanya seperti lumpur dan tidak enak. Tapi di Danau Tondano masyarakat tetap menangkap dan mengkonsumsi ikan ikan itu walau rasanya tidak enak. Tapi kami tidak bisa melarang karena tidak mungkin kami melarang nelayan menangkap ikan di danau," ujarnya.
SVR menambahkan, saat ini Pemkab Minahasa tinggal bergantung pada penanganan secara mekanis yaitu menggunakan kapal pengangkat eceng gondok. Menurutnya kapal ini mulai beroperasi untuk membersihkan Danau Tondano dari eceng gondok. (luc)