Perampokan

Sindikat Pemerkosa dan Perampok Bermodus 'Taksi Gelap' Akhirnya Tertangkap

Opo ditangkap oleh tim Reskrim Polres Minut yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Hanny Lukas di Siau.

Sindikat Pemerkosa dan Perampok Bermodus 'Taksi Gelap' Akhirnya Tertangkap
TRIBUNMANADO/SUSANTY OTODU
Lima tersangka dalam sebuah sindikat pemerkosa dan perampok bermodus taksi gelap akhirnya tertangkap.
Laporan Wartawan Tribun Manado Susanty Otodu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Sindikat yang terdiri dari lima tersangka kejahatan permerkosaan, pemerasan, dan perampokan dengan modus taksi gelap (mobil omprengan berpelat hitam) akhirnya tertangkap oleh tim Reskrim dan Buser Polresta Minahasa Utara. Mereka adalah Jedrianto Kantohe alias Opo, Herianto Likuayang alias Anto, Yeheskiel Rompis alias Riskiel, Amos Tinungki, dan Jerry Daud.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Manado awalnya penangkapan dilakukan terhadap Opo yang merupakan otak utama kejahatan. Opo ditangkap oleh tim Reskrim Polres Minut yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Hanny Lukas di Siau, pada Jumat (3/8/2012) kemarin dan tiba di Minut Sabtu (4/8/2012) pagi.

Keberadaan Opo di Siau sebagai upaya untuk melarikan diri. Penangkapannya menguak empat nama tersangka lainnya yang kemudian langsung dibekuk oleh tim Buser yang dipimpin Brigadir Teddy Pangumpia di Bitung di lokasi yang berbeda sesaat setelah Opo tertangkap.

Dalam aksi penyergapan dua orang kena tembak yakni Opo dan Anto karena sempat melakukan perlawanan ketika dijemput oleh tim Polres Minut. Jika Opo merupakan otak utama kejahatan, Anto merupakan pelaku pemerkosaan terhadap seorang korban yakni KM seorang pegawai bank pada 23 Juli 2012. Pada kejadian tersebut Opo dan Anto ditemani Riskiel.

Tiga hari kemudian, aksi serupa kembali terulang dengan pemeran utamanya masih Opo dan Anto. Tetapi pada saat itu ada pemeran pembantu berjumlah dua orang yakni Amos Tinungki dan Jerry Daud yang merupakan kakak adik. Korbannya kala itu adalah FM seorang ibu rumah tangga yang dilakukan. Meski aksi kali itu tidak terjadi pemerkosaan tetapi korban mengalami luka dibagian tangan karena terkena sayatan pisau dan kerugian materi senilai Rp 1,5 juta.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi juga melakukan penyitaan barang bukti diantaranya satu unit mobil Avanza bernomor polisi DB 4072 QC berwarna hitam. Mobil tersebut digunakan para pelaku pada aksinya yang pertama.

"Pada aksi kedua mereka pakai mobil yang berbeda tapi jenisnya sama, nanti mobil yang digunakan pada aksi kedua akan kita sita juga sebagai barang bukti," ungkap Lukas.

Kejadiannya ketika berawal dari kedua korban menaiki kendaaraan Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi berbeda yang dikira sebagai angkutan taksi gelap dalam waktu yang berbeda. Mereka naik dari Bawah Universitas Kristen Tomohon, yang kemudian disekap didalam perjalanan. Keduanya kemudian dibuang di Kampung Ambon, Likupang dan satu diantaranya diperkosa.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved